TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan industri otomotif China menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, khususnya dalam segmen kendaraan listrik (EV), yang kini mulai menantang dominasi produsen lama dari Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Ekspansi agresif dari merek-merek seperti BYD, Wuling, dan Chery di pasar global menjadi penanda utama pergeseran kekuatan di sektor kendaraan roda empat dunia ini.

Terbaru, Chairman BYD, Wang Chuanfu, menyampaikan target yang sangat ambisius bahwa dalam kurun waktu lima tahun ke depan, perusahaannya akan menduduki posisi sebagai produsen mobil terbesar di dunia.

Pengumuman ini disampaikan di tengah situasi di mana valuasi saham BYD tengah mengalami tekanan signifikan, terutama setelah mengalami koreksi harga yang cukup dalam di bursa.

Saat ini, BYD menempati posisi keenam dalam peringkat industri otomotif global, dengan catatan penjualan mencapai 4,6 juta unit mobil sepanjang tahun lalu.

Namun, perusahaan menghadapi tantangan berupa persaingan harga yang ketat di pasar domestik China, yang turut berdampak pada penurunan angka penjualan sepanjang tahun sebelumnya, Dikutip dari Reuters, Rabu (10/6/2026).

Saham perusahaan tercatat telah anjlok lebih dari 45% dari titik tertingginya di bursa Hong Kong pada tahun lalu, sementara saham di bursa Shenzhen juga mengalami koreksi sebesar 33%.

Dalam rapat pemegang saham tahunan yang diadakan di kantor pusat Shenzhen, Wang Chuanfu menegaskan fokus utama perusahaan pada peningkatan produksi Baterai Blade generasi kedua, yang dianggap sebagai kunci untuk mengatasi hambatan pertumbuhan saat ini, sebagaimana dikonfirmasi oleh peserta rapat yang mengutip Shanghai Securities News.

"BYD akan benar-benar menjadi produsen mobil nomor 1 secara global dalam hal skala dalam 5 tahun," kata Wang Chuanfu, sembari menyoroti kekuatan ekspor dan kemajuan teknologi, termasuk inovasi baterai dan pengisian daya cepat yang diprediksi akan mendorong pertumbuhan domestik maupun internasional.