TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang signifikan pada pekan perdagangan terakhir, ditutup melemah drastis sebesar 8,35 persen. Penurunan tajam ini membawa indeks berada di level 6.162, setelah sebelumnya ditutup pada posisi 6.723,3 pekan sebelumnya.
Dampak dari pelemahan IHSG ini terlihat langsung pada nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI), yang menyusut hingga 10 persen secara keseluruhan. Nilai total pasar modal turun dari Rp11.825 triliun menjadi Rp10.635 triliun, yang berarti investor kehilangan potensi nilai sebesar Rp1.190 triliun dalam sepekan.
Kondisi pasar yang bearish ini secara spesifik menyeret sepuluh saham unggulan menjadi 'top losers' karena mengalami koreksi harga yang sangat dalam. Saham-saham tersebut tercatat mengalami penurunan harga mulai dari 32 persen hingga mencapai 53 persen sepanjang periode perdagangan yang berlangsung dari 18 hingga 22 Mei 2026.
Meskipun terjadi koreksi indeks yang masif, data menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan di BEI justru menunjukkan peningkatan tertentu. Rata-rata nilai transaksi harian tercatat naik 15,68 persen, mencapai Rp21,77 triliun dibandingkan dengan rata-rata pekan sebelumnya yang hanya Rp18,82 triliun.
Selain nilai transaksi, rata-rata volume transaksi harian juga mengalami kenaikan sebesar 2,53 persen, mencapai 36,67 miliar saham yang berpindah tangan. Namun, hal ini berbanding terbalik dengan frekuensi transaksi harian yang justru mengalami kontraksi atau penurunan sebesar 6,5 persen menjadi 2,37 juta kali.
Investor asing tercatat menunjukkan pola penjualan bersih yang signifikan pada perdagangan hari Jumat, membukukan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp309,52 miliar pada hari tersebut. Akumulasi penjualan bersih oleh investor asing sejak awal tahun 2026 kini telah mencapai angka fantastis, yaitu Rp41,63 triliun.
Dikutip dari Investor Daily, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) menjadi emiten dengan penurunan terdalam sepanjang pekan tersebut. "Harga saham TPIA ambles 53,49 persen menjadi Rp2.000, sedangkan WBSA terjerembab 50,2 persen ke posisi Rp630," demikian dicatat oleh sumber tersebut.
Beberapa saham lain ikut terseret dalam zona merah dengan kerugian signifikan, seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang merosot 47,34 persen ke level Rp545. Selain itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terpangkas 39,41 persen menjadi Rp515, sementara PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) jatuh 38,3 persen ke Rp472.
Dikutip dari Investor Daily, sepuluh saham lainnya yang melengkapi daftar koreksi terdalam pekan itu meliputi PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) yang tergelincir 37,45 persen ke Rp304, PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) melemah 37,14 persen ke Rp88, dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang turun 34,22 persen ke Rp2.960. Dua emiten penutup daftar ini adalah PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) yang jatuh 33,78 persen ke Rp735, serta PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) yang tergerus 32,39 persen ke Rp595.