TREN.BISNISMARKET.COM - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan pandangan serius mengenai arah kekuatan global di masa depan. Ia memperingatkan bahwa kendali dunia akan semakin terpusat pada segelintir individu kaya raya yang menguasai infrastruktur teknologi canggih dan kecerdasan buatan (AI).
Permasalahan ini muncul karena pengembangan AI sangat bergantung pada sumber daya komputasi yang mahal, seperti unit pemrosesan grafis (GPU). Tokoh-tokoh teknologi global seperti Elon Musk dan Jeff Bezos dinilai memiliki potensi pengaruh besar karena kepemilikan sumber daya komputasi yang masif tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Luhut saat memberikan sambutan dalam acara Indonesia Ethical AI Summit yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Rabu (17/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menggarisbawahi konsentrasi kekuatan komputasi di tangan segelintir pihak.
"Jadi Bapak-Ibu sekalian, dunia ini nanti akan dikontrol oleh orang-orang kaya seperti Elon Musk, Bezos, segala macam. Karena mereka punya GPU yang begitu banyak," kata Luhut saat menyampaikan pandangannya di forum tersebut.
Luhut memberikan contoh spesifik mengenai kapasitas komputasi yang dimiliki oleh Elon Musk. Ia menyebutkan bahwa Musk diproyeksikan akan memiliki sekitar satu juta unit GPU pada akhir tahun berlangsungnya acara tersebut.
Kapasitas komputasi sebesar itu, menurut Luhut, memberikan keunggulan yang sulit dikejar oleh pihak lain karena memungkinkan pemrosesan data terjadi dalam hitungan sepersekian detik saja. "Elon Musk itu punya GPU by end of this year, 1 juta GPU. Bagaimana Anda mau beat dia? Proses data itu split of second," ujarnya.
Menghadapi tantangan dominasi teknologi ini, Luhut menekankan bahwa Indonesia tidak boleh lagi mempertahankan pendekatan pembangunan pendidikan dan riset yang konvensional. Ia mendesak perguruan tinggi besar di Indonesia segera mengalihkan fokus pada bidang riset unggulan spesifik agar dapat bersaing secara global di era AI.
Ia telah mengkomunikasikan pandangannya ini kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. Luhut berpendapat bahwa upaya pemerintah tidak cukup hanya mendorong beberapa kampus menjadi universitas kelas dunia tanpa arah riset yang jelas.
"Jadi saya bilang kepada Pak Menteri Dikti, saya bilang, Mas enggak usah, cari aja deh empat universitas dibikin yang untuk world class, tapi fokus research-nya apa, nanti UGM apa, ITB apa, UI apa. Mana lagi lah yang mau dipilih," ucap beliau.