TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kenaikan harga produk-produk Apple, termasuk lini iPhone, kemungkinan besar akan segera terjadi di pasar global. Hal ini diungkapkan langsung oleh CEO Apple, Tim Cook, sebagai respons terhadap krisis pasokan memori yang sedang melanda industri teknologi saat ini.

Situasi krisis ini telah mencapai tingkat ekstrem dan terus meluas, bahkan disebut-sebut tidak mampu dihindari oleh Apple, meskipun perusahaan tersebut dikenal memiliki manajemen biaya yang cermat. Pengungkapan ini berasal dari wawancara eksklusif Tim Cook dengan Wall Street Journal pada pekan ini.

Informasi ini didapatkan melalui CNBC International pada Sabtu (20/6/2026), menggarisbawahi keseriusan tantangan yang dihadapi oleh produsen gawai terbesar di dunia tersebut. Meskipun demikian, Cook tidak merinci secara spesifik kapan kenaikan harga akan diberlakukan atau jenis produk mana yang akan terdampak paling signifikan.

Tim Cook secara tegas menekankan bahwa kenaikan harga produk adalah keniscayaan akibat adanya kekurangan pasokan komponen memori penting yang dibutuhkan dalam produksi perangkat mereka. Ia menyatakan bahwa situasi krisis memori ini telah menciptakan kondisi yang tidak berkelanjutan bagi rantai pasokan Apple.

Apple membutuhkan dua jenis memori utama dalam produksinya, yaitu DRAM untuk penyimpanan data jangka pendek dan NAND yang berfungsi sebagai penyimpanan data jangka panjang atau solid state drive. Kedua komponen ini kini menjadi titik kritis dalam produksi perangkat keras modern.

Krisis ini diperparah oleh lonjakan permintaan memori berkecepatan tinggi, khususnya yang digunakan dalam pusat data untuk mendukung kecerdasan buatan (AI). Sebagai contoh, chip AI seperti Nvidia Blackwell B200 membutuhkan memori bandwidth tinggi, yang jauh lebih boros daya dibandingkan memori pada ponsel pintar seperti iPhone yang umumnya menggunakan RAM 8GB atau 12GB.

Menanggapi situasi ini, Tim Cook menyatakan bahwa Apple memiliki opsi untuk menggunakan cadangan kas perusahaan guna membantu mengatasi dan meningkatkan pasokan komponen yang dibutuhkan. "Kami bersedia menggunakan neraca keuangan kami untuk membantu menjadi bagian dari solusi," ujarnya.

Ledakan adopsi teknologi AI, di mana konsumen semakin sering menggunakan chatbot dan agen AI canggih, disebut sebagai pemicu utama permintaan memori yang tak terkendali secara global. Fenomena ini secara langsung mendorong kenaikan harga komponen dan mengancam margin keuntungan produsen.

Analis menunjukkan bahwa sinyal dari Apple mengenai potensi kenaikan harga mengonfirmasi betapa besarnya skala masalah kekurangan komponen ini di seluruh industri. "Ini menunjukkan betapa dalamnya masalah ini. Bahkan Apple pun tidak bisa aman, meskipun mereka memiliki semua keahlian dan perencanaan jangka panjang, dan segalanya. Ini di luar kemampuan mereka untuk membatasi dampaknya," kata Analis di Gartner, Ranjit Atwal.