TREN.BISNISMARKET.COM - Pertamina Patra Niaga mengambil langkah proaktif guna mengamankan pasokan energi bagi masyarakat menjelang libur panjang peringatan Kenaikan Isa Almasih. Langkah ini diwujudkan melalui penambahan penyaluran LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram secara nasional.

Penyaluran tambahan yang digulirkan mencapai total 5,8 juta tabung LPG. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan energi di tingkat rumah tangga selama periode libur tersebut berlangsung.

Distribusi tambahan ini mulai dilaksanakan secara bertahap sejak hari Sabtu (16/5/2026). Penyesuaian pola distribusi dilakukan dengan memperhatikan pola konsumsi spesifik di berbagai wilayah di Indonesia.

Keputusan menambah volume pasokan ini merupakan wujud komitmen nyata dari manajemen Pertamina Patra Niaga. Tujuannya adalah menjamin ketersediaan barang bersubsidi bagi konsumen yang benar-benar berhak menerimanya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun. "Penambahan penyaluran dilakukan untuk menganticipasi peningkatan konsumsi LPG rumah tangga selama momentum libur panjang," ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa langkah ini penting untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. "Langkah ini kami lakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi LPG subsidi berjalan lancar di seluruh wilayah," tambah Roberth MV. Dumatubun.

Manajemen juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk membeli LPG sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini penting untuk menghindari penimbunan atau aksi borong yang dapat mengganggu pemerataan distribusi barang.

Koordinasi intensif terus ditingkatkan antara Pertamina Patra Niaga dengan pemerintah daerah setempat. Selain itu, jaringan agen dan pangkalan LPG di seluruh wilayah juga terus diawasi agar penyaluran berjalan efektif.

Roberth MV. Dumatubun juga mengingatkan fungsi utama dari LPG 3 kg. "LPG 3 kg merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, usaha mikro, nelayan sasaran, dan petani sasaran," tegasnya.