TREN.BISNISMARKET.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menunjukkan geliatnya dengan munculnya antrean calon perusahaan yang siap melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Hingga kini, tercatat ada empat perusahaan yang tengah dalam tahap persiapan untuk mencatatkan namanya di lantai bursa.

Keempat perusahaan yang tengah mengantre ini berasal dari sektor yang beragam, mencakup industri material dasar, barang konsumer non-primer, hingga sektor kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih menarik bagi berbagai lini bisnis.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, mengonfirmasi adanya empat perusahaan yang masuk dalam pipeline pencatatan saham BEI. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan resminya pada awal pekan ini, Minggu (19/7/2026).

Dari total empat calon emiten tersebut, dua di antaranya merupakan perusahaan berskala kecil dengan nilai aset di bawah Rp50 miliar. Sementara itu, dua perusahaan lainnya adalah perusahaan besar yang memiliki nilai aset di atas Rp250 miliar.

Hingga tanggal 10 Juli 2026, BEI telah mencatat sebanyak tujuh perusahaan yang berhasil menyelesaikan proses IPO. Total dana yang berhasil dihimpun dari tujuh perusahaan tersebut mencapai Rp2,16 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, keberlanjutan aktivitas IPO ini menjadi sinyal positif yang menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal Indonesia tetap terjaga dengan baik.

"IPO yang berlangsung tahun ini juga memiliki arti tersendiri karena menjadi IPO kedua pada 2026 di tengah kondisi pasar saham yang masih bergejolak," ujar Airlangga Hartarto.

Rangkaian IPO yang terus berjalan, menurut Airlangga, mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional yang terus membaik. Pada triwulan pertama tahun 2026, perekonomian Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,61%.

Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh konsumsi domestik yang tetap kuat, peningkatan investasi, serta berbagai reformasi yang terus dilakukan pemerintah untuk memperbaiki iklim usaha di Indonesia.