TREN.BISNISMARKET.COM - Jakarta, CNBC Indonesia—Raksasa teknologi Apple mengumumkan penyesuaian harga untuk lini produk MacBook dan iPad mereka baru-baru ini. Keputusan ini diambil sebagai respons langsung terhadap lonjakan signifikan dan kian parahnya krisis kelangkaan chip memori di pasar global.

Pemicu utama lonjakan harga komponen ini disebut-sebut karena permintaan chip yang melonjak tajam seiring dengan pesatnya perkembangan dan ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Apple menyatakan bahwa mereka belum pernah menyaksikan peningkatan harga komponen pada tingkat yang terjadi saat ini.

Situasi rantai pasokan global semakin rumit akibat pembatasan teknologi antara Amerika Serikat dan China yang masih berlaku di bawah pemerintahan sebelumnya. Perang dagang teknologi ini turut memperburuk tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mendapatkan pasokan komponen yang stabil.

Menghadapi tekanan biaya yang meningkat, Apple kini dilaporkan tengah berupaya melobi pemerintahan Donald Trump untuk mendapatkan izin khusus. Izin tersebut diperlukan agar Apple dapat membeli chip memori dari produsen China tertentu yang saat ini masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat.

Secara spesifik, Apple berencana mengakuisisi chip dari ChangXin Memory Technologies (CXMT), sebuah perusahaan yang masuk dalam daftar hitam Pentagon karena statusnya sebagai perusahaan militer. Regulasi AS melarang perusahaan Amerika mengirimkan barang, perangkat lunak, atau teknologi ke perusahaan dalam daftar tersebut tanpa lisensi khusus.

Dilansir dari Financial Times, yang mengutip sumber terkait, Apple telah menghubungi Departemen Perdagangan AS. Upaya lobi ini juga melibatkan berbagai pejabat serta sekutu pemerintah lainnya di Washington untuk memuluskan izin pembelian komponen tersebut.

Upaya intensif Apple ini merupakan respons terhadap tekanan finansial yang mereka rasakan akibat kenaikan harga chip memori yang telah berlangsung beberapa waktu belakangan. Hal ini dikonfirmasi oleh pernyataan resmi perusahaan mengenai kondisi pasar komponen saat ini.

Menurut Reuters, lobi yang dilakukan Apple ini menciptakan dilema bagi perusahaan teknologi raksasa Amerika tersebut. Mereka harus menyeimbangkan biaya chip memori yang tinggi dengan kepatuhan terhadap regulasi keamanan nasional negaranya terkait produsen chip dari China.

"Kami telah melindungi pelanggan dari kenaikan sejauh ini. Namun sekarang kami telah mencapai titik yang perlu mulai menaikkan harga sejumlah produk, termasuk kenaikan harga hari ini untuk iPad dan Mac," jelas Apple dalam keterangan resmi dikutip dari Reuters.