TREN.BISNISMARKET.COM - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) telah resmi menyelesaikan program pembelian kembali atau buyback saham yang mereka lakukan di pasar modal. Aksi korporasi ini melibatkan penarikan sebanyak 11,68 juta lembar saham dari peredaran publik.

Aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan properti yang merupakan anak usaha dari PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ini. Pelaksanaan buyback saham tersebut berlangsung dalam periode waktu yang telah ditentukan, yaitu mulai dari 3 Februari hingga 2 Mei 2026.

Total dana yang dialokasikan dan digunakan oleh CBDK untuk mengakuisisi kembali saham tersebut mencapai nominal signifikan, yakni sebesar Rp 63,1 miliar. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengelola struktur modalnya.

Menurut data yang tercatat, harga rata-rata perolehan saham dalam program buyback ini berada di level Rp 5.409 per lembar saham. Angka ini menjadi acuan perhitungan total dana yang telah digunakan oleh perusahaan.

Setelah rampungnya aksi ini, pihak manajemen PT Bangun Kosambi Sukses Tbk mengonfirmasi bahwa masih terdapat sisa alokasi dana program buyback yang belum terserap. Sisa dana tersebut tercatat sebesar Rp 186,8 miliar.

Perusahaan yang berada di bawah naungan Agung Sedayu Group dan Salim Group ini memberikan jaminan mengenai kondisi keuangan internal mereka. Manajemen menekankan bahwa operasional inti perusahaan tetap berjalan normal.

"Perusahaan memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan aksi korporasi ini tanpa mempengaruhi kinerja operasional dan pendapatan," ujar Manajemen PT Bangun Kosambi Sukses Tbk.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa manuver finansial ini dilakukan tanpa mengorbankan stabilitas operasional perusahaan dalam jangka pendek maupun menengah. Kebijakan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pemegang saham yang tersisa.

Lebih lanjut, manajemen juga memberikan kepastian terkait dampak jangka panjang dari kebijakan finansial yang baru saja dilaksanakan ini. Mereka memastikan bahwa aksi ini tidak akan menimbulkan kerugian signifikan.