TREN.BISNISMARKET.COM - Sejumlah perbankan nasional kini gencar memperkuat kapabilitas sistem operasional dan keamanan siber mereka melalui peningkatan anggaran teknologi informasi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan signifikan dalam transaksi digital yang dilakukan oleh para nasabah belakangan ini.
Penguatan infrastruktur teknologi ini bertujuan utama untuk meningkatkan kecepatan layanan, kapasitas penanganan data, sekaligus menjaga daya saing sektor keuangan Indonesia di tengah arus modernisasi layanan yang terus bergerak cepat.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadi salah satu institusi yang telah melakukan pembaruan signifikan pada sistem operasional utama atau core back office-nya. Pembaruan ini dilakukan untuk memastikan sistem mampu menampung perluasan kapasitas data seiring dengan pertumbuhan nasabah.
Bank milik pemerintah tersebut mencatat pertumbuhan jumlah nasabah yang sangat pesat, bahkan telah mencapai angka 23,67 juta pengguna hingga berakhirnya kuartal pertama tahun 2026. Hal ini menunjukkan urgensi untuk meningkatkan kapabilitas sistem pendukung.
"Sebagai komitmen melayani sepenuh hati kepada nasabah, pada 13-16 Mei lalu kami telah meningkatkan kualitas layanan BSI agar semakin cepat, andal dan modern," kata Wisnu Sunandar, Corporate Secretary BSI.
Pembaruan sistem operasional yang dilakukan oleh BSI ini diklaim memberikan dampak positif langsung terhadap peningkatan kecepatan serta keamanan layanan digital yang mereka sediakan bagi nasabah. Untuk mendukung inisiatif pemutakhiran teknologi ini, BSI merealisasikan biaya belanja modal teknologi informasi sebesar Rp121 miliar sepanjang kuartal pertama tahun 2026.
"Hal ini dilakukan guna mendukung visi BSI untuk bisa masuk dalam tatanan bank syariah berstandar global," kata Wisnu Sunandar, Corporate Secretary BSI.
Langkah serupa juga diterapkan oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) yang mengalokasikan anggaran belanja modal teknologi informasi dalam skala yang sangat besar pada tahun ini. Fokus pengembangan mereka tertuju pada penguatan jaringan data, peningkatan keamanan siber, serta pembaruan layanan untuk merespons pergeseran transaksi nasabah ke kanal non-fisik.
"Budget capex IT kami konsisten secara tahunan berada di sekitar angka Rp 1 tarian," kata Lani Darmawan, Presiden Direktur CIMB Niaga.