• TREN.BISNISMARKET.COM -

Persaingan dalam menghimpun dana masyarakat di sektor perbankan Tanah Air semakin menunjukkan intensitasnya. Di tengah dinamika tersebut, Bank Mega Syariah mengambil langkah strategis dengan memprioritaskan penguatan basis Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tergolong murah atau Current Account Savings Account (CASA).

Langkah ini diambil sebagai upaya fundamental untuk menjaga stabilitas struktur pendanaan dan memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai bagi operasional bank. Fokus pada CASA menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pasar yang terus berkembang.

Model bisnis Business-to-Business-to-Consumer (B2B2C) dipilih sebagai strategi unggulan untuk mendongkrak porsi CASA. Pendekatan ini memungkinkan bank untuk menjangkau nasabah secara lebih luas melalui kemitraan dengan berbagai entitas bisnis.

Dalam konteks ini, Bank Mega Syariah berupaya membangun ekosistem yang saling menguntungkan. Kolaborasi dengan mitra bisnis diharapkan dapat membuka akses ke segmen nasabah yang lebih beragam, baik individu maupun korporasi.

Melalui sinergi B2B2C, bank dapat menawarkan solusi perbankan yang terintegrasi kepada mitra bisnisnya. Solusi tersebut kemudian dapat diperluas jangkauannya kepada pelanggan akhir dari mitra tersebut, mendorong peningkatan saldo giro dan tabungan.

"Kami memilih strategi penguatan CASA, karena CASA adalah tulang punggung dari struktur pendanaan bank," ujar Direktur Utama Bank Mega Syariah, Yuli Melati Suryaningrum. Pernyataan ini menegaskan pentingnya dana murah dalam fondasi operasional bank.

Beliau menambahkan, "CASA adalah dana yang sifatnya jangka panjang dan murah, sehingga sangat penting untuk menjaga cost of fund kita." Penekanan pada aspek jangka panjang dan biaya rendah ini menjadi alasan utama pemilihan strategi tersebut.

Yuli Melati Suryaningrum juga menjelaskan bahwa penguatan CASA sangat krusial dalam menjaga struktur pendanaan dan likuiditas bank. Hal ini sejalan dengan kebutuhan akan stabilitas finansial di tengah fluktuasi pasar.