TREN.BISNISMARKET.COM - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) baru saja mengumumkan pencapaian signifikan berupa realisasi investasi perdana dari China di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Nilai investasi murni ini mencapai Rp1,25 triliun, menandai langkah awal kerja sama ekonomi dengan Negeri Tirai Bambu.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa suntikan dana ini berasal dari PT Star Bright International Investment. Perusahaan tersebut memiliki rencana ambisius untuk membangun sebuah kawasan terpadu di atas lahan seluas 15.501 meter persegi.
Kawasan terpadu ini direncanakan akan berdiri di Sub Wilayah Perencanaan (WP) 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Lokasi ini dipilih karena memiliki nilai strategis yang tinggi.
"Lokasi ini sangat istimewa. Dari sini kita dapat melihat Istana Negara serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini sedang dibangun," ujar Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya.
Masuknya investor dari China ini dinilai oleh OIKN sebagai refleksi tingginya kepercayaan global terhadap prospek jangka panjang IKN. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan ibu kota baru Indonesia.
Menyikapi hal ini, Basuki Hadimuljono menambahkan bahwa seluruh infrastruktur utama di sekitar kawasan pemerintahan ditargetkan rampung total pada tahun 2028. Penyelesaian ini penting untuk mendukung terciptanya ekosistem perkotaan yang berkelanjutan di IKN.
Dalam pelaksanaan proyek ini, PT Star Bright International Investment menggandeng Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd. Perusahaan ini merupakan entitas manajemen proyek yang memiliki rekam jejak pengalaman di Sichuan.
"Saya yakin IKN akan menjadi kota yang indah karena dibangun dari awal. Tim dari Tiongkok juga tertarik untuk berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata," kata Lu Keming, Direktur Utama PT Star Bright International Investment.
Lu Keming juga memaparkan bahwa pengembangan kawasan terpadu tersebut akan mencakup beragam fasilitas. Rencananya akan dibangun apartemen, area ritel, hingga perkantoran yang modern.