TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Pariwisata mengklarifikasi adanya perbedaan laju pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dalam periode tertentu. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menjelaskan bahwa fluktuasi ini merupakan fenomena yang wajar dan sangat dipengaruhi oleh faktor musiman atau seasonality.
Penjelasan ini disampaikan guna menjawab pertanyaan terkait perbandingan tingkat pertumbuhan wisnus antara Januari hingga Mei 2025 dan periode yang sama pada 2026. Pemerintah menekankan bahwa indikator utama yang menjadi acuan adalah jumlah perjalanan wisatawan secara kumulatif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisata domestik hingga Mei 2026 menunjukkan tren positif yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata domestik tetap menunjukkan performa yang baik secara keseluruhan.
"Data kami seperti yang kami sampaikan, di bulan Mei ini dibandingkan tahun 2025 ada peningkatan 8,69%. Di tahun 2025 bulan Mei itu 97,67 juta dan tahun ini bulan Mei 106,16 juta perjalanan," ujar Widiyanti dalam Konferensi Pers Update Program Prioritas di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 523,22 juta perjalanan wisatawan nusantara. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 2,84% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025, yang mencatat 508,67 juta perjalanan.
"Kemudian secara year to date Januari hingga Mei itu ada peningkatan 2,84%. Yang tahun ini 523,22 juta perjalanan, tahun lalu 508,67 juta perjalanan," katanya.
Widiyanti menegaskan bahwa perbedaan angka pertumbuhan pada bulan-bulan tertentu tidak serta merta mencerminkan adanya pelemahan pada sektor pariwisata domestik secara keseluruhan.
Aktivitas wisata, menurutnya, sangat rentan terhadap pola musiman. Faktor-faktor seperti momentum libur panjang, perayaan hari besar keagamaan, kalender akademik sekolah, serta jadwal penyelenggaraan berbagai kegiatan publik menjadi pendorong utama mobilitas masyarakat.
"Perbedaan angka pertumbuhan dari bulan ke bulan itu biasanya masih normal karena seasonality dan ini secara kumulatif kami sudah menyampaikan tadi angkanya sesuai BPS," tandas Widiyanti.