TREN.BISNISMARKET.COM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah memberikan pembaruan mengenai potensi fenomena cuaca ekstrem di Indonesia, khususnya terkait dengan El Nino. BRIN menyatakan bahwa kemungkinan terjadinya fenomena "Godzilla El Nino" tahun ini sangat kecil terjadi.
Meskipun ancaman El Nino ekstrem telah mereda, BRIN tetap memberikan peringatan serius mengenai kondisi musim kemarau yang akan datang. Peringatan ini menekankan perlunya antisipasi terhadap durasi musim kering yang diprediksi lebih lama dari rata-rata normal.
Kepala Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Albertus Sulaiman, mengingatkan bahwa pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat harus tetap bersiaga penuh. Kewaspadaan ini diperlukan mengingat prediksi bahwa musim kemarau akan berlangsung lebih panjang dari biasanya.
Albertus Sulaiman menjelaskan proyeksi iklim jangka menengah terkait ancaman El Nino. "El Niño 2026 diperkirakan tidak akan mencapai tingkat ekstrem. Namun, musim kemarau diprediksi berlangsung lebih lama dengan curah hujan yang berada di bawah rata-rata klimatologis," jelas Albertus, dikutip dari laman resmi BRIN, Selasa (23/6/2026).
Fenomena Godzilla El Nino sendiri dikenal sebagai varian El Nino dengan intensitas sangat kuat yang mampu memicu kekeringan ekstrem meluas di berbagai wilayah. Potensi kekeringan ini menjadi fokus utama dalam mitigasi bencana hidrometeorologi.
Lebih lanjut, Albertus memaparkan hasil analisis dari berbagai model iklim global yang menunjukkan tren kondisi iklim saat ini. Analisis tersebut mengindikasikan bahwa kondisi iklim global cenderung mengarah pada El Nino dengan kategori moderat, dengan peluang kemunculan sebesar 27%.
Peluang kecil munculnya Godzilla El Nino tahun ini juga disebabkan oleh faktor lain yang mendukung kondisi atmosfer lebih seimbang. Albertus menjelaskan bahwa peluang Godzilla El Nino muncul kecil untuk tahun ini akibat kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) yang berada pada posisi netral diprediksi hingga April 2027.
Kondisi lautan saat ini belum memiliki energi yang cukup untuk membentuk kembali El Nino super ekstrem dalam waktu dekat setelah Indonesia dan kawasan Pasifik baru saja melalui periode El Nino kuat pada 2023-2024. Hal ini memberikan sedikit jeda sebelum potensi ekstremitas kembali meningkat.
Namun, BRIN mengidentifikasi adanya peningkatan risiko munculnya El Nino ekstrem pada periode yang lebih jauh ke depan. Peningkatan risiko tersebut tercatat pada periode akhir 2027 hingga pertengahan 2028, di mana peluang kemunculan Godzilla El Nino diperkirakan mencapai 40% berdasarkan analisis stokastis dengan Persamaan Fokker-Planck.