TREN.BISNISMARKET.COM - Perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, dibuka dengan nada pesimistis di Bursa Efek Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terperosok ke zona merah, mencerminkan kehati-hatian para investor dalam menyikapi berbagai dinamika yang tengah berkembang.
IHSG tercatat membuka perdagangan pada level 6.266,98. Tak lama berselang, indeks terus bergerak melemah. Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG telah merosot 79,50 poin atau setara 1,26%, berada di level 6.235,81.
Situasi pasar mencerminkan ketidakseimbangan antara emiten yang menguat dan melemah. Sebanyak 115 saham tercatat mengalami kenaikan, sementara 312 saham lainnya terperosok di zona merah, dan 538 saham bertahan stagnan.
Volume transaksi pada awal perdagangan ini mencapai Rp678,8 miliar. Nilai tersebut dihimpun dari perdagangan sebanyak 1,288 miliar saham yang berpindah tangan dalam 107,5 ribu kali transaksi.
"IHSG diperkirakan bergerak volatil pada perdagangan terakhir pekan ini di tengah kombinasi sentimen global dan domestik," demikian tercatat dalam analisis pasar.
Dari sisi eksternal, pasar menyoroti kebijakan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang secara resmi memberlakukan tarif impor sebesar 10%-12,5% terhadap 60 mitra dagang, termasuk Indonesia. Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran perdagangan global.
Momentum kenaikan harga minyak Brent yang kembali menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir juga menjadi perhatian utama. Eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi pemicu kekhawatiran inflasi global yang kembali meningkat.
Hal ini berpotensi mendorong bank sentral di berbagai negara untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, yang dapat memengaruhi iklim investasi secara keseluruhan.
Meskipun dihadapkan pada tantangan global, sentimen positif tetap datang dari dalam negeri. Likuiditas perekonomian Indonesia terpantau masih terjaga dengan baik.