TREN.BISNISMARKET.COM - Pada perdagangan sesi pertama hari Jumat, 24 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren pelemahannya. Penurunan ini bahkan sempat mencapai angka 2%, membuat IHSG terperosok ke level 6.100-an.

Situasi serupa juga terjadi pada pasar valuta asing. Nilai tukar Rupiah tercatat mengalami pelemahan yang cukup signifikan terhadap Dolar Amerika Serikat.

Secara spesifik, Rupiah melemah sebesar 0,45%. Posisi terakhir tercatat pada angka Rp 17.970 per Dolar AS pada sesi perdagangan yang sama.

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan ganda pada pasar keuangan domestik, baik di pasar saham maupun pasar mata uang. Pelemahan IHSG mengindikasikan adanya kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi.

Sementara itu, pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS dapat berdampak pada biaya impor dan inflasi. Hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi para pemangku kepentingan ekonomi.

Analisis mendalam mengenai faktor-faktor yang menyebabkan pelemahan ini akan dibahas lebih lanjut. Berbagai indikator ekonomi dan sentimen pasar global kemungkinan besar turut berkontribusi.

"IHSG masih melanjutkan pelemahannya pada perdagangan sesi I, (Jum'at, 24/07/2026) bahkan sempat melemah 2% hingga terperosok ke level 6.100-an," demikian dilaporkan dalam ulasan tersebut.

Lebih lanjut, terkait pergerakan mata uang, disebutkan pula bahwa "Dari sisi nilai tukar, Rupiah melemah 0,45% ke posisi Rp 17.970 per Dolar AS."

Ulasan mendalam mengenai dinamika pasar keuangan Indonesia ini disajikan oleh Mercy Widjaja dalam program Profit di CNBC Indonesia.