TREN.BISNISMARKET.COM - Pada perdagangan hari Senin, 18 Mei 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan. IHSG ditutup merosot tajam sebesar 3,76 persen, berakhir pada level 6.470 di akhir sesi pertama perdagangan.
Penurunan tajam ini terjadi sebagai respons atas aksi jual masif yang melanda mayoritas saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tekanan jual ini terfokus terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar atau big cap yang menjadi penopang indeks.
Kondisi pasar modal domestik ini turut dipengaruhi oleh sentimen negatif dari bursa saham utama di kawasan Asia yang juga menunjukkan pelemahan pada siang hari yang sama. Hal ini mengindikasikan adanya kekhawatiran pasar yang lebih luas.
Pemicu utama sentimen negatif global tersebut adalah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional. Situasi ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman terhadap Iran di tengah mandeknya proses negosiasi damai antara kedua negara.
Beberapa saham big cap mencatatkan pelemahan ekstrem hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Salah satu yang paling terdampak adalah saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang ambruk 14,98 persen, atau turun 155 poin ke level Rp 880.
Saham DSSA dibuka pada posisi Rp 945 dan sempat berada di angka tertinggi yang sama sebelum akhirnya jatuh ke area terendah, dengan nilai transaksi mencapai Rp 102,99 miliar dari sekitar 1,17 juta lot perdagangan.
Kemerosotan serupa juga dialami oleh emiten petrokimia, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang anjlok 14,88 persen atau berkurang 640 poin menjadi Rp 3.660. Saham TPIA ini sempat menyentuh level tertinggi Rp 3.790 sebelum tertekan hingga batas ARB.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) ikut terperosok sedalam 14,86 persen atau melemah 550 poin ke posisi Rp 3.150 setelah dibuka di harga Rp 3.580. Perdagangan saham AMMN tercatat memiliki nilai transaksi mencapai Rp 325,06 miliar.
Tekanan jual juga menghantam saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang terkoreksi 12,09 persen atau turun 330 poin ke level Rp 2.400, meskipun sempat memangkas pelemahan menjelang akhir sesi pertama.