TREN.BISNISMARKET.COM - Dunia usaha saat ini tengah bergulat dengan serangkaian krisis multidimensi, yang terutama ditandai dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Situasi ini menuntut para pemimpin perusahaan untuk memiliki strategi yang lebih adaptif dan tangguh.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyampaikan pandangannya mengenai dinamika kompleks yang dihadapi sektor bisnis pada pertengahan dekade ini. Ia menggarisbawahi bahwa tantangan yang dihadapi tidak lagi datang dari satu sektor tunggal, melainkan bersifat berlapis dan saling terkait.

Saat berbicara dalam acara Grab Business Forum 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (9/6/2026), Neneng merinci spektrum tantangan tersebut. Ia menyebutkan ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, serta tekanan yang berkelanjutan pada rantai pasok global sebagai faktor utama.

Selain isu makro, percepatan integrasi teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif turut menambah lapisan kompleksitas bagi para pelaku usaha. Semua elemen ini secara signifikan memengaruhi bagaimana perusahaan merumuskan dan mengambil keputusan strategis.

"Semuanya ini mempengaruhi cara perusahaan mengambil keputusan," ujar Neneng Goenadi.

Neneng juga merujuk pada data survei global yang menunjukkan pesimisme di kalangan eksekutif puncak mengenai prospek ekonomi ke depan. Ia mengutip temuan dari PWC Global CEO Survey 2026 yang mengkhawatirkan.

Menurut survei tersebut, hanya 21% CEO di kawasan Asia Pasifik yang menyatakan optimis terhadap prospek pertumbuhan dalam kurun waktu satu tahun mendatang. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dengan data tahun sebelumnya yang mencapai 34%.

"Mengutip laporan PWC Global CEO Survey 2026, Neneng mengatakan hanya 21% CEO di Asia Pasifik yang yakin pada prospek pertumbuhan setahun ke depan. Angka itu ternyata mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebanyak 34%," kata Neneng Goenadi.

Menghadapi lanskap yang penuh gejolak ini, Neneng menekankan perlunya pemimpin perusahaan untuk meningkatkan ketajaman berpikir dan disiplin operasional dalam mengejar keberlanjutan bisnis. Keharusan untuk tetap bertumbuh menjadi imperatif utama, terlepas dari kondisi eksternal.