TREN.BISNISMARKET.COM - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah mempelajari berbagai opsi pembiayaan untuk rencana pembelian 50 unit pesawat Boeing oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Langkah ini merupakan bagian dari kajian strategis untuk masa depan industri penerbangan nasional Indonesia.
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa kajian tersebut mencakup kemungkinan bagi Danantara untuk mendirikan perusahaan leasing pesawat tersendiri. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mencari skema pembiayaan yang paling optimal dan menguntungkan bagi maskapai pelat merah tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Dony Oskaria usai pertemuan dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta pada hari Rabu, 10 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan terkini mengenai rencana pembelian armada pesawat Boeing oleh Garuda Indonesia.
Dony Oskaria, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengevaluasi berbagai skema pengadaan armada tersebut. Pertimbangan ini meliputi aspek waktu, model bisnis, serta struktur pembiayaan melalui mekanisme leasing.
"Kita sedang mengkaji juga kan kemungkinan Danantara untuk membuka perusahaan leasing company sendiri, dan lain sebagainya," ujar Dony Oskaria setelah rapat dengan Komisi VI di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Meskipun sedang menjajaki opsi pendirian perusahaan leasing, Dony memastikan bahwa komitmen yang telah disepakati antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) terkait pembelian pesawat Boeing akan tetap dipenuhi. Komitmen ini menjadi prioritas dalam proses pengadaan tersebut.
"Tentu banyak pertimbangan ya. Tapi tentu komitmennya harus kita jalankan," tutur Dony Oskaria.
Sebagai informasi latar belakang, Indonesia memiliki komitmen untuk melakukan pembelian pesawat buatan Boeing dari Amerika Serikat. Komitmen ini merupakan hasil dari proses negosiasi mengenai penetapan tarif impor resiprokal yang sebelumnya diinisiasi oleh Presiden AS saat itu, Donald Trump.
Garuda Indonesia sendiri telah berkomitmen untuk mengakuisisi pesawat Boeing senilai total 3,2 miliar dolar AS, atau setara dengan kurang lebih Rp51,8 triliun, yang akan direalisasikan hingga tahun 2029 mendatang. Dikutip dari CNBC Indonesia.