TREN.BISNISMARKET.COM - Memasuki bulan April 2026, sektor perbankan di Indonesia menunjukkan adanya pergeseran menarik dalam strategi penghimpunan dana melalui suku bunga simpanan. Perubahan ini mencerminkan dinamika kompetisi yang sedang terjadi di antara bank-bank dalam menarik minat nasabah untuk menyimpan dana mereka.

Pergerakan signifikan terlihat pada kelompok bank berdasarkan kategori modal inti (KBMI). Terdapat perbedaan arah pergerakan suku bunga simpanan Rupiah yang patut dicermati oleh para pelaku pasar.

Secara spesifik, bank-bank yang masuk dalam kategori KBMI 1 dan KBMI 4 tercatat mengalami penurunan suku bunga simpanan. Penurunan ini diukur sebesar empat basis poin (bps) dari periode sebelumnya.

Di sisi lain, bank-bank yang diklasifikasikan dalam KBMI 2 dan KBMI 3 justru menunjukkan tren kenaikan suku bunga simpanan. Kenaikan ini ditetapkan sebesar tiga basis poin (bps).

Perbedaan arah pergerakan ini mengindikasikan adanya intensitas persaingan yang berbeda-beda di antara segmen bank tersebut dalam memperebutkan likuiditas dana pihak ketiga. Hal ini menjadi indikasi penting mengenai strategi masing-masing kelompok bank.

Selain suku bunga domestik, suku bunga simpanan dalam mata uang asing (valas) juga mengalami penyesuaian. Suku bunga deposito valas tercatat mengalami penurunan tipis pada periode yang sama.

Meskipun terjadi penurunan tipis, prediksi pasar menunjukkan bahwa suku bunga simpanan valas diprediksi akan tetap berada pada level yang relatif tinggi. Kondisi ini berbeda dengan tren yang terjadi pada suku bunga Rupiah di beberapa segmen.

"KBMI 1 & 4 turun 4 bps, sementara KBMI 2 & 3 naik 3 bps, menunjukkan kompetisi dana," ujar seorang analis pasar keuangan, mengomentari pergerakan suku bunga domestik.

Lebih lanjut, mengenai mata uang asing, disebutkan bahwa "Suku bunga simpanan valas juga turun tipis, diprediksi tinggi," menggarisbawahi adanya sentimen pasar yang masih menjaga daya tarik deposito valas.