TREN.BISNISMARKET.COM - Konglomerat terkemuka Indonesia, Prajogo Pangestu, telah melakukan aksi korporasi signifikan dengan menjual sebagian kepemilikannya di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Penjualan ini merupakan langkah strategis yang dilakukan pada hari Senin, 11 Mei 2026.
Aksi divestasi ini terjadi hanya dua hari sebelum emiten energi dan mineral tersebut secara resmi dikeluarkan dari daftar indeks MSCI Global Standard Indexes. Keputusan ini memicu perhatian pasar karena dilakukan menjelang penyesuaian indeks global yang sangat dinanti.
Menurut keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Rabu (13/5/2026), harga pelaksanaan penjualan saham tersebut ditetapkan pada level Rp1.035 per lembar. Transaksi ini menghasilkan nilai nominal yang diperkirakan mencapai Rp1,035 triliun.
Tujuan utama dari pelepasan aset masif ini adalah untuk meningkatkan proporsi saham publik yang beredar di pasar atau dikenal sebagai free float. Meskipun terjadi penyusutan jumlah saham, posisi Prajogo Pangestu ditegaskan tetap sebagai pemegang saham pengendali utama perusahaan.
Data dari BEI menunjukkan bahwa kepemilikan Prajogo di CUAN mengalami sedikit penurunan, dari sebelumnya 91,35 miliar saham (setara 81,2614 persen) menjadi 90,35 miliar saham (setara 80,3718 persen). Penurunan ini menunjukkan komitmen untuk memenuhi persyaratan likuiditas pasar.
Pergerakan harga saham CUAN terpantau mengalami tekanan signifikan sejak awal pekan hingga pengumuman resmi mengenai rebalancing indeks dilakukan. Pada penutupan perdagangan hari Rabu, saham CUAN merosot tajam sebesar 10,05 persen hingga mencapai level Rp850 per lembar.
Penurunan tajam ini terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) secara resmi mengumumkan pengeluaran CUAN dari jajaran MSCI Global Standard Indexes. Enam emiten Indonesia lainnya juga mengalami nasib serupa dalam penyesuaian indeks bergengsi tersebut.
Selain CUAN, lima emiten Indonesia lain yang juga dikeluarkan dari indeks tersebut adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Dilansir dari Money, "Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (13/5/2026) mencatat harga pelaksanaan transaksi berada di level Rp1.035 per saham."