TREN.BISNISMARKET.COM - Perusahaan perdagangan aset digital terkemuka asal Amerika Serikat, FalconX, dilaporkan tengah mengambil langkah awal untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO. Langkah strategis ini ditandai dengan pengajuan draf pernyataan pendaftaran S-1 secara rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).
Langkah korporasi ini menunjukkan keseriusan FalconX untuk memasuki pasar modal publik, meskipun prosesnya masih berada di tahap awal dan dilakukan secara tertutup. Pengajuan dokumen rahasia ini merupakan prosedur standar bagi perusahaan yang berencana untuk go public di Amerika Serikat.
Untuk memuluskan rencana pencatatan saham ini, FalconX telah menggandeng beberapa bankir ternama dari Wall Street. Salah satu institusi finansial yang ditunjuk sebagai pendamping utama dalam proses IPO ini adalah Cantor Fitzgerald.
Cantor Fitzgerald dipercaya untuk memberikan nasihat finansial yang komprehensif selama proses restrukturisasi modal dan persiapan go public perusahaan. Penunjukan penasihat ini menegaskan bahwa FalconX serius dalam menavigasi regulasi pasar modal AS.
Meskipun dokumen terkait restrukturisasi modal telah diserahkan kepada otoritas, pelaksanaan IPO FalconX diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Proyeksi waktu pencatatan saham baru diperkirakan baru bisa terealisasi pada penghujung tahun 2026.
Penundaan ini dipicu oleh kondisi pasar kripto saat ini yang sedang lesu serta menurunnya aktivitas perdagangan secara global. Situasi pasar yang dinamis ini menjadi pertimbangan utama dalam menentukan waktu yang tepat untuk melantai di bursa.
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak manajemen FalconX maupun perwakilan dari Cantor Fitzgerald masih bungkam dan menolak memberikan pernyataan resmi mengenai rencana go public tersebut. Mereka memilih untuk menunggu waktu yang lebih tepat untuk memberikan informasi kepada publik.
FalconX sendiri merupakan platform pialang dan perdagangan kripto yang berdiri sejak tahun 2018, fokus melayani klien institusional seperti hedge fund, manajer aset, dan market maker. Perusahaan ini menyediakan layanan eksekusi transaksi, kliring, kredit, serta penyediaan likuiditas.
Perkembangan bisnis institusional FalconX sempat mencapai puncaknya pada Juni 2022, ketika mereka berhasil mengamankan pendanaan Seri D senilai US$150 juta. Pendanaan tersebut berhasil mendorong valuasi korporasi hingga mencapai angka fantastis, yaitu US$8 miliar.