TREN.BISNISMARKET.COM - Informasi terkini dari pasar tradisional di seluruh Indonesia pada Kamis, 16 Juli 2026, menunjukkan dinamika harga pangan yang beragam. Sebagian besar komoditas menunjukkan stabilitas atau pelemahan harga yang tidak signifikan, namun beberapa komoditas kunci mengalami kenaikan.

Kenaikan harga yang cukup menonjol terjadi pada komoditas cabai rawit hijau dan beberapa jenis protein hewani. Fenomena ini menjadi perhatian utama dalam pergerakan harga pangan nasional hari itu.

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, komoditas beras terpantau stabil. Harga beras kualitas bawah I dan II, serta kualitas medium I dan II, tidak mengalami perubahan berarti.

Kualitas beras super I dan super II juga dilaporkan tetap pada harga masing-masing, menunjukkan kestabilan dalam pasokan dan permintaan komoditas pokok ini.

Di sisi lain, kelompok komoditas bawang mengalami tren penurunan harga. Bawang merah ukuran sedang tercatat melemah, begitu pula dengan bawang putih ukuran sedang.

Kelompok cabai juga menunjukkan variasi pergerakan harga. Cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah mengalami penurunan harga.

Namun, cabai rawit hijau menjadi pengecualian dengan mencatat kenaikan harga yang signifikan. "Cabai rawit hijau naik 3,27% menjadi Rp52.100 per kilogram," demikian tercatat dalam data PIHPS Bank Indonesia.

Minyak goreng, baik curah maupun kemasan, menunjukkan pergerakan harga yang terbatas. Minyak goreng curah mengalami sedikit penurunan, sementara minyak goreng kemasan bermerek I dan II mengalami kenaikan tipis.

Gula pasir juga memperlihatkan fluktuasi harga. Gula pasir kualitas premium naik tipis, sedangkan gula pasir lokal tetap stabil.