TREN.BISNISMARKET.COM - PT Hutama Karya (Persero) tengah mengimplementasikan serangkaian langkah strategis untuk mengantisipasi dampak negatif pelemahan nilai tukar rupiah terhadap kinerja usaha konstruksinya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap fluktuasi mata uang yang berpotensi menggerus keuntungan proyek.
Fokus utama perusahaan adalah menjaga stabilitas margin keuntungan di tengah tantangan ekonomi makro tersebut. Hal ini menjadi krusial mengingat proyek-proyek konstruksi seringkali melibatkan komponen impor yang harganya berfluktuasi seiring pergerakan nilai tukar.
Perusahaan BUMN ini menyadari betul adanya kaitan erat antara pelemahan rupiah dan risiko biaya operasional proyek. Oleh karena itu, evaluasi mendalam terhadap berbagai aspek proyek sedang dilakukan untuk meminimalkan kerugian.
"Kami terus memantau perkembangan ini dengan sangat cermat dan telah menyiapkan berbagai strategi mitigasi," ujar Executive Vice President (EVP) Keuangan Hutama Karya, Muhammad Rizaldi.
Strategi yang diterapkan mencakup peninjauan kembali kontrak proyek yang ada guna mengidentifikasi potensi kerentanan terhadap pelemahan rupiah. Selain itu, perusahaan juga mengkaji ulang perencanaan pengadaan barang dan jasa yang memiliki unsur mata uang asing.
"Salah satu upaya yang kami lakukan adalah dengan melakukan hedging atau lindung nilai, baik melalui instrumen keuangan maupun opsi non-keuangan," kata Muhammad Rizaldi.
Hutama Karya juga berupaya meningkatkan efisiensi di lini produksi dan operasional. Tujuannya adalah untuk menekan biaya-biaya yang tidak perlu sehingga dapat menyerap sebagian dampak dari kenaikan harga material akibat pelemahan rupiah.
Perusahaan juga sedang menjajaki potensi penggunaan material lokal yang lebih banyak untuk mengurangi ketergantungan pada bahan impor. Hal ini tidak hanya baik untuk efisiensi biaya tetapi juga mendukung industri dalam negeri.
"Kami juga melakukan evaluasi terhadap struktur biaya dan pendanaan proyek agar lebih kuat menghadapi volatilitas nilai tukar," jelas Muhammad Rizaldi.