TREN.BISNISMARKET.COM - Pada perdagangan hari Selasa, 9 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kenaikan yang substansial. IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 7,57%, atau setara dengan 404,51 poin, mengakhiri hari di level 5.746,65.

Pergerakan pasar pada sesi kedua menunjukkan optimisme investor yang cukup tinggi, tercermin dari dominasi saham penguat. Sebanyak 678 saham tercatat mengalami kenaikan harga, sementara hanya 89 saham yang bergerak melemah, dan 48 saham lainnya relatif stagnan.

Aktivitas transaksi pasar modal juga menunjukkan peningkatan volume yang signifikan pada hari tersebut. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 27,77 triliun, melibatkan pergerakan 44,70 miliar saham melalui 2,70 juta kali transaksi.

Kenaikan indeks tersebut turut mendorong peningkatan total kapitalisasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia menjadi Rp 10.120 triliun. Hal ini menandakan sentimen positif yang melingkupi mayoritas saham yang diperdagangkan.

Namun, di tengah euforia penguatan IHSG, terdapat empat emiten yang justru bergerak berlawanan arah dan masuk dalam daftar saham dengan penurunan terbesar atau top losers. Keempat saham tersebut menunjukkan koreksi harga yang cukup tajam pada penutupan perdagangan hari itu.

Saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) menjadi salah satu yang paling tertekan, ditutup turun 14,88% atau 25 poin ke posisi Rp143 per saham. Penurunan tajam ini diduga kuat dipicu oleh aksi pengambilan untung (profit taking) setelah sebelumnya saham ini sempat menguat drastis.

Selanjutnya, PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) juga mengalami pelemahan signifikan sebesar 14,77%, tertekan 1.100 poin hingga berada di level Rp6.350 per saham. Koreksi ini terjadi bertepatan dengan tanggal ex date pembagian dividen tunai tahun buku 2025.

Demikian pula dengan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) yang terkoreksi 14,49% atau 155 poin ke posisi Rp915 per saham. Investor diketahui sedang mencermati periode ex dividen setelah sebelumnya melakukan akumulasi untuk mendapatkan hak dividen final perusahaan.

Sementara itu, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) ditutup anjlok 14,67% atau 22 poin ke level Rp128 per saham. Pelemahan saham ini dikaitkan dengan faktor eksternal seperti rekam jejak kasus hukum dan suspensi perdagangan yang pernah menjerat perseroan sebelumnya.