TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja positif yang signifikan pada perdagangan hari Selasa, 9 Juni 2026. Dalam sesi sebelum penutupan pertama, IHSG berhasil menguat sebesar 2,10%, setara dengan kenaikan 112 poin, mencapai level 5.454,58.
Pergerakan indeks yang cukup fluktuatif pada pekan ini mengindikasikan bahwa pasar domestik masih dalam proses pencarian keseimbangan fundamental. Hal ini terjadi setelah pasar diterpa oleh gelombang tekanan jual yang cukup besar dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya.
Kenaikan tajam yang terjadi saat pembukaan pasar tersebut dinilai oleh analis lebih mencerminkan adanya aksi bargain hunting atau perburuan saham murah. Aksi ini terjadi alih-alih perubahan sentimen pasar secara menyeluruh di semua sektor.
Lonjakan IHSG saat pembukaan terutama ditopang oleh kinerja impresif saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps. Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) muncul sebagai kontributor utama, menyumbang sekitar 24 poin terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.
Selain TLKM, saham lain yang turut mendorong penguatan indeks antara lain PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Fenomena ini menunjukkan pasar mulai melirik valuasi saham big caps non-perbankan yang dinilai menarik pasca koreksi.
Menariknya, rebound pagi ini terjadi meskipun beberapa saham perbankan besar tercatat masih memberikan beban negatif terhadap pergerakan indeks. Sebagai contoh, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat menjadi penekan terbesar IHSG dengan kontribusi negatif sekitar 4,7 poin.
Saham perbankan besar lainnya yang ikut menekan indeks antara lain PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), serta PT United Tractors Tbk (UNTR). Hal ini menguatkan asumsi bahwa sentimen positif sedang bergeser ke sektor telekomunikasi, ritel, dan komoditas.
Katalis utama penguatan saham TLKM adalah pengumuman dividen dengan yield yang menarik bagi investor. TLKM memutuskan untuk membagikan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025, setara 123% dari laba bersih atau sejumlah Rp 21,9 triliun.
Keputusan pembagian dividen ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada hari Selasa tersebut, dengan nilai dividen tunai yang dibagikan setara Rp 221 per saham. Jika dihitung berdasarkan harga saham penutupan hari sebelumnya, TLKM menawarkan imbal hasil dividen sekitar 9%.