TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kenaikan pada perdagangan hari Senin, 6 Juli 2026, melanjutkan tren positif di tengah sentimen yang beragam dari pasar global. Penguatan ini terjadi meskipun bursa saham Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi sepanjang hari perdagangan.
Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tertera pada IDX Mobile saat penutupan sesi kedua, IHSG tercatat naik signifikan sebesar 40,23 poin. Kenaikan tersebut membawa indeks ditutup pada level 5.916,07 pada akhir pekan perdagangan hari itu.
Aktivitas transaksi di bursa pada hari tersebut masih tergolong sepi jika dibandingkan dengan hari-hari ramai sebelumnya. Nilai transaksi tercatat hanya mencapai Rp 9,50 triliun, dengan volume perdagangan saham sebanyak 19,83 miliar lembar yang berpindah tangan dalam 1,63 juta kali transaksi.
Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia pada penutupan sesi tersebut berada di kisaran Rp10.378 triliun, menunjukkan bahwa investor masih mempertahankan valuasi yang cukup besar. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 386 saham berhasil menguat, sementara 242 saham melemah, dan 155 saham lainnya bergerak stagnan.
Mengacu pada data dari Refinitiv, hampir seluruh sektor di pasar saham mengalami penguatan pada hari itu, terkecuali sektor energi yang justru mengalami koreksi minor. Sektor yang memberikan kontribusi kenaikan tertinggi antara lain sektor infrastruktur, finansial, properti, dan industri.
Kinerja positif IHSG pada hari itu sangat ditopang oleh beberapa emiten unggulan yang mencatatkan kenaikan signifikan. Sejumlah emiten yang menjadi penopang utama kinerja indeks tersebut adalah BBRI, DCII, BBCA, BRMS, dan TPIA.
Menyongsong hari-hari ke depan, sejumlah data ekonomi penting dari pasar global dan domestik akan menjadi penentu arah pergerakan pasar keuangan. Dari Amerika Serikat, investor akan mencermati indikator sektor jasa serta risalah rapat dari Federal Reserve (The Fed).
Sementara itu, dari dalam negeri, perhatian utama pelaku pasar akan tertuju pada data cadangan devisa, tingkat keyakinan konsumen, dan hasil survei penjualan eceran yang akan dirilis oleh Bank Indonesia. Data-data ini krusial untuk mengukur kesehatan ekonomi domestik.
Perkembangan global juga memengaruhi sentimen pasar, terutama keputusan OPEC+ yang telah menyepakati kenaikan target produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari (bph) mulai bulan Agustus. Keputusan ini diumumkan pada Minggu (5/7/2026) sebagai upaya menambah pasokan global di tengah pelemahan harga minyak.