TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada awal perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, terperosok lebih dari 2% dan kembali ke level 6.100-an.

Penurunan tajam ini didorong oleh aksi jual agresif pada saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya dari sektor perbankan yang menjadi penekan utama.

Sentimen negatif juga datang dari ranah internasional, termasuk pengumuman kebijakan tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan lonjakan harga minyak dunia yang menembus rekor.

Hingga pukul 09.28 WIB, IHSG tercatat anjlok 2,13% ke level 6.180,67. Mayoritas saham yang diperdagangkan menunjukkan pelemahan, dengan 556 saham melemah berbanding 99 saham yang menguat.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp4,37 triliun dengan volume 9,79 miliar saham dalam 608,2 ribu kali transaksi, mengindikasikan tekanan jual yang kuat sejak pembukaan sesi.

Tekanan terhadap IHSG paling dominan berasal dari sektor keuangan yang merosot 1,44%, menjadikannya sektor dengan pelemahan terdalam pada hari itu.

Sektor utilitas juga turut melemah sebesar 0,92%, diikuti oleh sektor barang konsumsi non-primer yang turun 0,71%.

Sebaliknya, sektor properti menunjukkan kinerja positif dengan penguatan 5,41%, serta sektor energi (+1,09%) dan industri (+0,76%) yang juga berhasil mencatat kenaikan.

Pelemahan indeks secara spesifik dipicu oleh aksi jual pada saham-saham dengan kapitalisasi jumbo. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memberikan kontribusi pelemahan terbesar, memangkas 11,97 poin indeks.