TREN.BISNISMARKET.COM - Pasar properti komersial (Commercial Real Estate/CRE) di kawasan Asia Pasifik menunjukkan kinerja impresif pada awal tahun 2026. Hal ini terlihat dari lonjakan volume investasi yang berhasil dicapai pada kuartal pertama tahun tersebut.
Menurut data dari konsultan properti global JLL, total investasi CRE di kawasan ini berhasil mencapai angka fantastis sebesar US$47 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 31% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pencapaian volume investasi sebesar US$47 miliar ini secara historis merupakan volume kuartal pertama tertinggi yang pernah tercatat di seluruh wilayah Asia Pasifik. Hal ini menegaskan bahwa minat para investor terhadap aset properti kelas premium tetap tinggi.
Kinerja kuat ini terjadi di tengah kondisi pasar global yang masih dibayangi oleh ketidakpastian geopolitik serta fluktuasi harga energi. Minat yang kuat terhadap aset properti premium terbukti mampu menahan sentimen negatif pasar global tersebut.
Lebih lanjut, arus modal yang bergerak secara lintas negara (cross-border) menunjukkan akselerasi yang sangat tajam pada periode yang sama. Aktivitas ini menjadi salah satu pendorong utama melonjaknya volume investasi secara keseluruhan.
Pada kuartal pertama 2026, tercatat bahwa nilai investasi lintas negara mencapai US$16,3 miliar. Angka tersebut merupakan lompatan signifikan, melonjak sebesar 87% secara tahunan, menunjukkan kepercayaan investor asing yang meningkat.
Volume transaksi lintas negara sebesar US$16,3 miliar tersebut juga berhasil mencetak rekor baru untuk kategori transaksi lintas negara dalam kurun waktu satu kuartal di wilayah Asia Pasifik. Hal ini mengindikasikan peningkatan aktivitas investasi antarnegara di sektor properti komersial.
Dilansir dari PropertiTerkini.com, pencapaian ini menunjukkan adanya optimisme pasar yang kuat terhadap prospek aset properti komersial di kawasan Asia Pasifik, terlepas dari tantangan makroekonomi global.