TREN.BISNISMARKET.COM - Kebiasaan masyarakat Indonesia untuk menabung dan menyimpan dana di rekening bank masih sangat lazim dilakukan sebagai pilihan utama pengelolaan keuangan. Hal ini didorong oleh kebutuhan untuk memiliki dana likuid yang siap digunakan guna menjaga stabilitas keuangan pribadi di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.
Akan tetapi, menyimpan uang dalam jumlah yang terlalu besar di satu wadah, yaitu rekening bank, justru dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Risiko yang mengintai meliputi potensi kerugian akibat tindakan penipuan (fraud), penurunan daya beli akibat inflasi, hingga masalah yang timbul dari kesalahan transaksi.
Lantas, berapa sebenarnya jumlah dana yang aman untuk disimpan sebagai uang kas di rekening bank tanpa menimbulkan kerugian? Para pakar perencanaan keuangan memberikan panduan umum mengenai batas ideal untuk alokasi dana likuid harian.
Transparansi Kredit: Begini Cara Warga Cek Riwayat Pinjaman Mandiri Tanpa Melalui BI Checking
Secara umum, para perencana keuangan merekomendasikan agar dana yang tersimpan di rekening tabungan hanya mencukupi kebutuhan operasional atau pembayaran tagihan selama periode satu bulan saja. Alokasi dana yang melebihi batas tersebut dianggap kurang optimal untuk pertumbuhan aset.
Salah satu pertimbangan utama adalah masalah perlindungan dana yang melekat pada rekening tabungan biasa. "Rekening tabungan sering kali tidak memiliki perlindungan seperti kartu kredit," yang berarti bahwa "dana bisa lebih sulit untuk dikembalikan" jika kartu Anda dibobol, ucap Jessica Goedtel, perencana keuangan bersertifikat di Pennsylvania, dilansir CNBC Make It, dikutip Selasa (9/6/2026).
Gregory Guenther menyarankan agar masyarakat mempertimbangkan untuk memindahkan kelebihan dana dari rekening tabungan ke instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil lebih baik. Menurutnya, dana yang ideal di rekening hanya untuk kebutuhan satu hingga dua minggu saja, sementara sisanya perlu dialokasikan secara strategis.
Guenther menjelaskan bahwa keseimbangan dalam jumlah dana di rekening sangat penting untuk kenyamanan finansial. "Jika terlalu sedikit, Anda akan merasa cemas tentang setiap gesekan; tapi jika terlalu banyak, Anda akan kehilangan pertumbuhan dalam akun dengan imbal hasil yang lebih tinggi," tegas Gregory. Ia menambahkan bahwa titik ideal tersebut bersifat personal, namun harus memungkinkan seseorang menjalani aktivitas tanpa perlu terus-menerus memeriksa saldo sebelum melakukan pembelian kebutuhan sehari-hari.