TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil langkah proaktif dalam memperketat pengawasan keselamatan transportasi laut menjelang periode libur sekolah tahun 2026 yang dijadwalkan dimulai pada 20 Juni mendatang. Langkah ini diambil menyusul potensi lonjakan mobilitas masyarakat yang kerap memanfaatkan jasa penyeberangan laut.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Samsuddin, menjelaskan bahwa pemeriksaan intensif ini bertujuan memastikan semua kapal yang beroperasi memenuhi standar keselamatan tertinggi. Pemeriksaan dilakukan untuk menjamin keamanan pelayaran selama musim liburan.

Inspeksi menyeluruh mencakup berbagai aspek penting, mulai dari validitas dokumen kapal dan awak, kesiapan peralatan keselamatan, hingga fungsi perangkat navigasi dan komunikasi radio. Selain itu, kondisi konstruksi dan mesin kapal juga menjadi fokus utama pengawasan.

Implementasi sistem manajemen keselamatan (SMS) di setiap kapal juga turut diperiksa untuk memastikan kesiapan operasional secara keseluruhan. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Kemenhub untuk menjaga standar pelayanan yang aman bagi masyarakat.

"Pemeriksaan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan kapal-kapal yang melayani masyarakat selama masa libur sekolah berada dalam kondisi laik laut dan siap beroperasi secara aman," ujar Samsuddin, dikutip pada Senin (15/6/2026).

Tim gabungan dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan bersama Marine Inspector KSOP Kelas I Banten telah melakukan pemeriksaan terhadap lima kapal Ro-Ro di lintasan Merak–Bakauheni. Kapal yang diperiksa termasuk KMP Shanaya, KMP Wira Berlian, KMP Caitlyn 7, KMP Royce I, dan KMP Legundi.

Hasil pemeriksaan yang dilaksanakan antara 10 Juni hingga 12 Juni tersebut menemukan beberapa temuan minor pada beberapa armada yang beroperasi. Operator kapal diwajibkan segera melakukan perbaikan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 4 Tahun 2026.

Samsuddin menekankan bahwa periode libur sekolah selalu identik dengan peningkatan signifikan pergerakan masyarakat menggunakan transportasi laut. Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar menjaga kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran yang berlaku.

Sejalan dengan upaya regulator, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) turut memperkuat kesiapan layanan penyeberangan, khususnya pada lintasan vital Merak–Bakauheni. ASDP mengoptimalkan armada kapal, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat aspek keselamatan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan.