TREN.BISNISMARKET.COM - Kebakaran besar dilaporkan melanda fasilitas kilang minyak di wilayah Tyumen, Rusia, sebagai dampak dari serangan drone. Insiden ini menambah daftar panjang serangan terhadap infrastruktur vital kedua negara yang terlibat dalam konflik.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan serangan balasan antara Ukraina dan Rusia yang menargetkan aset-aset strategis masing-masing.
Layanan darurat dilaporkan segera bergerak cepat untuk menangani kobaran api yang terjadi di lokasi kilang minyak tersebut.
Gubernur Tyumen, Alexander Moor, mengonfirmasi insiden tersebut melalui platform Telegram.
Beliau menyatakan bahwa tim tanggap darurat sedang berupaya keras memadamkan api.
Namun, Gubernur Moor belum memberikan rincian mengenai sejauh mana kerusakan yang dialami oleh fasilitas kilang minyak tersebut.
Kilang minyak Tyumen ini berlokasi sekitar 1.700 kilometer di sebelah timur Moskow. Jaraknya juga terpaut sekitar 2.000 kilometer dari perbatasan Ukraina.
Fasilitas ini ternyata pernah menjadi sasaran serangan sebelumnya, yaitu pada bulan Juni lalu. Serangan tersebut terjadi saat pihak Ukraina gencar melancarkan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia.
Kilang minyak Tyumen merupakan salah satu fasilitas pengolahan minyak swasta terbesar yang ada di Rusia. Kapasitas produksinya diperkirakan mencapai 151.000 barel per hari.