TREN.BISNISMARKET.COM - Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) secara konsisten mendorong penguatan fundamental serta peningkatan daya saing BUMN melalui implementasi transformasi bisnis yang berkelanjutan. Upaya masif ini kini mulai menunjukkan hasil nyata yang signifikan di berbagai lini perusahaan.
Salah satu perusahaan yang berhasil membuktikan dampak positif dari transformasi tersebut adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yang dikenal dengan kode saham SMGR. Kinerja finansial perusahaan semen terbesar ini dilaporkan mengalami peningkatan yang sangat drastis dalam periode tertentu.
Menurut Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, tercatat bahwa pada bulan Mei tahun 2026, laba bersih perusahaan mencapai angka Rp46 miliar. Angka ini merupakan peningkatan luar biasa, yakni tumbuh sebesar 380% jika dibandingkan dengan capaian pada bulan Mei 2025 yang hanya mencapai Rp10 miliar.
Lebih jauh lagi, jika dilihat secara akumulatif dari awal tahun (year-to-date) hingga Mei 2026, performa SIG (Semen Indonesia Group) menunjukkan pembalikan arah yang dramatis. Perusahaan berhasil berbalik dari posisi rugi senilai Rp 5,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya menjadi meraih laba bersih Rp152 miliar.
Kenaikan kinerja ytd ini, yang mencapai pertumbuhan 369%, menjadi indikator kuat keberhasilan strategi yang telah diterapkan selama ini dalam menghadapi tantangan industri.
"Capaian kinerja positif ini menjadi fondasi BUMN penting bagi perusahaan untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri yang semakin kompetitif," ujar Dony Oskaria mengutip unggahan dari media sosial Instagram pada hari Kamis, 18 Juni 2026.
Perlu diketahui, Dony Oskaria juga memegang posisi sebagai Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Ia telah mengadakan pertemuan penting dengan Direktur Utama SIG pada tanggal 18 Juni 2026.
Pertemuan strategis tersebut difokuskan untuk meninjau perkembangan terkini kinerja perusahaan serta mengevaluasi berbagai inisiatif strategis yang sedang diimplementasikan guna memperkokoh posisi SIG di sektor bahan bangunan nasional.
"Pembahasan difokuskan pada perkembangan transformasi model bisnis yang telah dijalankan sejak Juli 2025, peningkatan efisiensi operasional, penguatan fundamental perusahaan, serta berbagai langkah untuk meningkatkan profitabilitas dan daya saing SIG," tutup Dony Oskaria mengenai agenda pertemuan tersebut.