TREN.BISNISMARKET.COM - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau yang dikenal sebagai Tugu Insurance, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun 2025. Perusahaan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp711,06 miliar pada periode tersebut.
Perolehan laba ini merupakan sebuah lompatan signifikan, mencerminkan peningkatan sebesar 77 persen secara tahunan (year on year/yoy) jika dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya. Informasi ini mengemuka setelah perusahaan mempublikasikan kinerja keuangannya baru-baru ini.
Pertumbuhan positif ini sangat erat kaitannya dengan implementasi penuh Peraturan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) yang baru, yaitu PSAK 117 yang mengadopsi kerangka IFRS 17. Regulasi baru ini mengubah fundamental dalam pengakuan pendapatan dan beban perusahaan.
Penerapan standar akuntansi baru tersebut bertujuan untuk menyajikan gambaran profitabilitas bisnis yang lebih akurat dan transparan kepada para pemangku kepentingan. Hal ini juga mencerminkan penguatan fundamental bisnis perusahaan secara keseluruhan.
Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana, menyatakan bahwa pencapaian laba bersih di tahun 2025 membuktikan ketangguhan fundamental perusahaan di tengah dinamika industri dan tantangan regulasi yang ada. "Pencapaian laba bersih Tugu Insurance di sepanjang 2025 mencerminkan penguatan fundamental bisnis, di tengah perubahan lanskap industri, termasuk tantangan regulasi," ungkap Adi Pramana.
Peningkatan laba bersih emiten anak usaha PT Pertamina (Persero) ini didukung oleh lonjakan signifikan pada hasil jasa asuransi, yang naik 39,1 persen (yoy) mencapai Rp1,02 triliun. Adi Pramana menjelaskan bahwa kenaikan ini adalah hasil dari perbaikan kualitas underwriting serta optimalisasi portofolio bisnis yang dilakukan perusahaan. "Kenaikan ini mengindikasikan perbaikan kualitas underwriting serta optimalisasi portofolio bisnis," ujar Adi Pramana.
Sementara itu, total pendapatan jasa asuransi perseroan sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp9,11 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 22,12 persen (yoy). Kinerja lini bisnis ini ditopang oleh fokus pada sektor asuransi kebakaran dan properti, lepas pantai (offshore), serta penerbangan (aviation).
Dari sisi neraca, total aset Tugu Insurance tercatat mencapai Rp27,71 triliun, dengan total ekuitas yang membengkak menjadi Rp10,17 triliun. Rasio risk based capital (RBC) perusahaan berada di level 410,9%, jauh melampaui ketentuan minimum regulasi sebesar 120%.
Faktor pendorong laba lainnya berasal dari pendapatan investasi yang mencatatkan pertumbuhan substansial hingga 61 persen secara tahunan. Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar, memberikan pandangan mengenai kontribusi pos investasi ini. "Adapun pendapatan operasional lainnya dari anak perusahaan tercatat relatif stabil di Rp542,52 miliar dan memberikan kontribusi yang menjaga keseimbangan struktur pendapatan secara keseluruhan," ujar Fitri Azwar.