TREN.BISNISMARKET.COM - Komunitas otomotif di Indonesia kini dinilai memegang peran strategis dalam upaya menjaga keutuhan dan persatuan bangsa. Peran ini menjadi sangat vital mengingat kondisi sosial masyarakat yang rentan terhadap polarisasi, kesenjangan ekonomi, dan menguatnya sekat identitas.
Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, menyoroti bagaimana kelompok hobi ini telah bertransformasi menjadi wadah sosial baru. Ruang interaksi ini berhasil menyatukan individu dari berbagai latar belakang profesi, usia, budaya, hingga asal daerah.
Transformasi tersebut terlihat nyata melalui berbagai inisiatif yang digalakkan sepanjang tahun 2025. Organisasi otomotif nasional secara aktif menyelenggarakan kegiatan seperti touring kebangsaan, aksi donor darah, hingga bakti sosial lintas daerah.
"Komunitas otomotif sekarang sudah berkembang menjadi kekuatan sosial. Di dalamnya ada semangat brotherhood, gotong royong, dan rasa kebersamaan yang bisa menjadi perekat persatuan bangsa," ujar Bamsoet, dalam keterangannya pada Sabtu (16/5/2026).
Pernyataan kunci ini disampaikan oleh Bamsoet saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-8 Motor Besar Indonesia (MBI) di Jakarta pada Jumat malam (15/5). Ia menekankan bahwa komunitas otomotif menawarkan suasana interaksi yang lebih cair di tengah isu sensitif politik identitas.
Melalui agenda touring bersama, anggota yang berbeda suku, agama, dan daerah dapat membangun hubungan yang setara. Solidaritas ini terjalin melalui aktivitas bersama, baik saat di jalan raya maupun saat terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Data yang dihimpun oleh Asosiasi Automotif Indonesia menunjukkan sebuah tren signifikan. Lebih dari 60% anggota komunitas otomotif dilaporkan terlibat secara rutin dalam kegiatan sosial yang mereka selenggarakan.
Dilansir dari Detik Oto, Bamsoet menegaskan bahwa kegiatan touring harus memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar konvoi kendaraan. Ia mendorong agar kegiatan tersebut diinterpretasikan sebagai gerakan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
"Touring jangan lagi dimaknai sekadar konvoi. Touring harus menjadi gerakan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Ketua DPR RI ke-20 tersebut.