TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah insiden menarik perhatian publik terjadi di Yogyakarta pada Jumat malam (15/5/2026), ketika sebuah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN roboh. Peristiwa ini dipicu oleh kesalahan prosedur saat sebuah mobil listrik sedang dalam proses pengisian daya di lokasi tersebut.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 20.26 WIB di area SPKLU Center PLN Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta. Unit pengisian daya yang roboh merupakan jenis Ultra Fast Charging dengan kapasitas daya 200 kW, yang menunjukkan tingginya potensi energi yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Peristiwa bermula saat pengemudi mobil listrik Jaecoo J5 EV tengah mengisi daya menggunakan unit charger tersebut. Pengemudi merasa posisi kendaraan kurang ideal sehingga memutuskan untuk melakukan manuver kecil untuk memperbaiki posisi.

Saat mobil bergerak untuk menyesuaikan posisi, kabel charger yang terpasang ternyata tersangkut pada aksesori bumper tambahan yang terpasang di bagian belakang kendaraan listrik tersebut. Hal ini menyebabkan tarikan yang kuat pada tiang SPKLU.

Akibat tarikan yang tidak terduga tersebut, tiang SPKLU akhirnya roboh dan sempat mengenai satu unit kendaraan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. Untungnya, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden yang mengejutkan ini.

Setelah menerima laporan, petugas PT PLN (Persero) segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan sterilisasi area. Tindakan pengamanan awal dilakukan untuk meminimalisir potensi bahaya listrik yang mungkin timbul.

"Petugas PLN langsung melakukan langkah pengamanan dengan memutus aliran listrik pada perangkat terdampak serta mengamankan area sekitar lokasi. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Agung Pratomo, Manager UP3 Yogyakarta Wonosari.

Saat ini, perangkat charger yang roboh telah dinonaktifkan sementara waktu. Hal ini dilakukan guna memfasilitasi asesmen teknis mendalam dan investigasi lebih lanjut yang akan melibatkan pihak-pihak terkait.

Pihak PLN juga tengah berkoordinasi intensif dengan konsumen yang terlibat serta pemilik perangkat charger untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan perhitungan total estimasi kerusakan yang terjadi.