TREN.BISNISMARKET.COM - PT Bank J Trust Indonesia Tbk (BCIC) mengumumkan kinerja keuangan yang kurang menggembirakan pada paruh pertama tahun 2026. Laba bersih bank tercatat sebesar Rp80,24 miliar, menunjukkan penurunan tajam sebesar 28,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan laba bersih yang signifikan ini terjadi pada periode Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut berbanding terbalik dengan raihan laba bersih semester I-2025 yang mencapai Rp112,86 miliar.
"Laba bersih JTrust Bank tercatat sebesar Rp80,24 miliar, turun 28,9% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp112,86 miliar," demikian dikutip dari sumber berita.
Pendapatan bunga menjadi salah satu pos utama yang mengalami pelemahan. Sepanjang enam bulan pertama 2026, pendapatan bunga BCIC merosot menjadi Rp1,19 triliun, turun dari Rp1,49 triliun pada semester I-2025.
Meskipun beban bunga juga mengalami penurunan menjadi Rp829,33 miliar dari Rp1,10 triliun, pendapatan bunga bersih yang dihasilkan tetap lebih rendah. Pendapatan bunga bersih tercatat Rp360,98 miliar, berbanding dengan Rp390,29 miliar di semester I-2025.
Selain dari pendapatan bunga, sisi pendapatan operasional lainnya juga terpantau melemah. Pendapatan operasional lainnya tercatat Rp139,11 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp153,95 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Melemahnya pendapatan operasional lainnya ini salah satunya disebabkan oleh tidak adanya lagi penerimaan dukungan operasional. Dukungan operasional sebesar Rp50 miliar yang sempat dibukukan pada semester I-2025 tidak lagi tercatat di periode laporan kali ini.
Di sisi lain, beberapa pos pendapatan menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan provisi, administrasi, dan penalti pinjaman meningkat menjadi Rp77,99 miliar dari Rp70,93 miliar. Keuntungan selisih kurs juga mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp25,73 miliar dari Rp15,52 miliar.
Dari sisi beban, total beban operasional lainnya menunjukkan stabilitas relatif. Beban ini tercatat Rp417,15 miliar, tidak jauh berbeda dengan Rp420,55 miliar pada semester I-2025.