TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia secara resmi telah mengoperasikan lima bendungan strategis yang tersebar di wilayah Bali hingga Nusa Tenggara Barat. Proyek infrastruktur air raksasa ini menelan investasi sebesar Rp9,79 triliun dan diharapkan membawa dampak signifikan bagi sektor pertanian nasional.
Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pengoperasian kelima bendungan ini akan diikuti dengan optimalisasi jaringan irigasi dari hulu hingga hilir. Langkah ini dipandang sebagai fondasi penting untuk mempercepat pencapaian program swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah.
"Menteri Pertanian melaporkan kepada saya bahwa dengan teknologi dan benih terbaik, lima bendungan ini akan mampu menghasilkan sekitar satu juta ton beras," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 12 Juni 2026.
Kelima bendungan yang kini telah beroperasi penuh tersebut adalah Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto yang berlokasi di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, serta Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat.
Dibangun dalam rentang waktu 2015 hingga 2025, kelima bendungan ini secara akumulatif diproyeksikan mampu menyediakan layanan irigasi untuk lahan pertanian seluas kurang lebih 39.540 hektare.
Potensi luasan daerah layanan irigasi ini akan didukung oleh total bentangan jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer. Hingga saat ini, jaringan irigasi yang sudah aktif beroperasi baru melayani sekitar 15.241 hektare lahan pertanian.
Untuk memaksimalkan potensi yang ada, Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat pembangunan jaringan irigasi tambahan. Targetnya adalah menyuplai kebutuhan air untuk 24.299 hektare lahan tersisa secara bertahap.
Secara khusus, Bendungan Meninting di Lombok Barat dengan kapasitas 10 juta meter kubik telah terbukti efektif dalam meredam konflik horizontal antarpetani akibat perebutan sumber air.
Bendungan ini juga berhasil mengubah pola tanam tadah hujan lokal, yang sebelumnya hanya bisa ditanam sekali dalam setahun, menjadi tiga kali musim tanam. "Alhamdulillah, dengan adanya bendungan ini yang mampu menampung sampai dengan 10 juta meter kubik, dapat dimanfaatkan sepanjang tahun," ungkap Dody, seorang perwakilan yang turut serta dalam pengembangan bendungan tersebut.