TREN.BISNISMARKET.COM - Tren perjalanan domestik di Indonesia menunjukkan penguatan yang semakin konsisten dalam beberapa waktu terakhir. Momentum libur panjang yang sering terjadi sepanjang tahun 2026 turut mendorong peningkatan aktivitas wisatawan lokal di berbagai destinasi wisata.

Data terbaru menunjukkan bahwa wisatawan domestik kini menjadi motor utama yang menggerakkan pasar perhotelan nasional. Kontribusi mereka sangat signifikan dalam mendorong pertumbuhan pemesanan akomodasi di seluruh Indonesia.

Secara spesifik, selama periode Lebaran 2026, wisatawan lokal tercatat menyumbang porsi besar dari total pemesanan hotel. Hal ini menggarisbawahi preferensi kuat masyarakat Indonesia untuk berlibur di dalam negeri.

Menurut data yang dihimpun oleh SiteMinder, kontribusi wisatawan domestik selama Lebaran 2026 mencapai angka 52 persen dari keseluruhan pemesanan hotel. Angka ini menunjukkan peningkatan substansial dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini melanjutkan tren positif yang telah terlihat dalam beberapa tahun sebelumnya, menunjukkan konsistensi minat masyarakat terhadap pariwisata domestik. Kenaikan ini menjadi indikator kuat pemulihan dan pertumbuhan sektor perhotelan nasional.

Sebagai perbandingan, pada periode Lebaran tahun sebelumnya, porsi pemesanan yang didominasi oleh tamu domestik berada di angka 48 persen. Kenaikan empat persen tersebut menandakan pergeseran perilaku konsumen yang lebih memilih destinasi dalam negeri.

Tren pertumbuhan ini juga tercermin dalam data tahunan yang disajikan dalam laporan Hotel Booking Trends. Pada sepanjang tahun 2025, porsi tamu domestik tercatat mencapai 48 persen dari total pemesanan hotel secara keseluruhan.

Angka tersebut merupakan kenaikan dari data tahun 2024, di mana kontribusi wisatawan lokal hanya berada di level 43 persen. Hal ini memperlihatkan bahwa tren ini bukanlah fenomena sesaat, melainkan pertumbuhan berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.

Dilansir dari PropertiTerkini.com, peningkatan kunjungan ini secara otomatis menempatkan destinasi populer seperti Lombok, Yogyakarta, dan Bandung sebagai lokasi utama yang mengalami lonjakan pemesanan. Ketiga wilayah ini menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar.