TREN.BISNISMARKET.COM - Mayoritas harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Indonesia tercatat mengalami tren kenaikan pada awal pekan ini, Senin (22/6/2026). Kenaikan ini melanda berbagai komoditas esensial, mulai dari beras, bawang, gula, minyak goreng, hingga beberapa jenis protein hewani.
Data yang dihimpun oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia menunjukkan bahwa hampir semua kategori beras mengalami penyesuaian harga ke atas. Kenaikan harga beras ini menjadi salah satu sorotan utama dalam perkembangan harga pangan hari itu.
Secara spesifik, harga beras kualitas bawah I menunjukkan lonjakan signifikan, naik sebesar 15,02% hingga mencapai Rp16.850 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas bawah II juga ikut terkerek naik 13,79% menjadi Rp16.500 per kilogram.
Kenaikan juga terasa pada segmen beras menengah, di mana beras kualitas medium I naik 8,62% ke posisi Rp17.650 per kilogram. Untuk kualitas medium II, peningkatannya mencapai 9,94%, mematok harga di Rp17.700 per kilogram.
Komoditas beras premium pun tidak luput dari kenaikan, dengan beras kualitas super I naik 5,98% menjadi Rp18.600 per kilogram, dan super II meningkat 9,97% mencapai Rp18.750 per kilogram.
Kelompok bawang turut mengalami kenaikan harga yang cukup substansial; bawang merah ukuran sedang melonjak 12,18% menjadi Rp61.700 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang juga naik 8,79%, menetapkan harga di Rp46.400 per kilogram.
Pergerakan harga pada kelompok cabai menunjukkan dinamika yang bervariasi; harga cabai merah keriting naik tajam 14,62% ke level Rp63.500 per kilogram, dan cabai rawit merah melonjak paling tinggi mencapai Rp83.550 per kilogram atau naik 10,30%.
"Harga cabai merah besar turun 7,19% menjadi Rp54.850 per kilogram, sementara harga cabai rawit hijau turun 2,93% ke Rp53.050 per kilogram," demikian informasi yang tercantum dalam data PIHPS Bank Indonesia pada Senin (22/6/2026).
Minyak goreng juga melanjutkan tren kenaikan harga, dengan minyak goreng curah naik 2,91% menjadi Rp21.200 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing naik 3,73% dan 3,65%, menjadi Rp25.050 per liter dan Rp24.150 per liter.