TREN.BISNISMARKET.COM - Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan diaktifkannya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Pemerintah melalui Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan), Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa kenaikan harga telur ini merupakan hal yang dapat dimaklumi. Kenaikan tersebut dipicu oleh peningkatan permintaan yang signifikan.

"Ini kan sebenarnya, kemarin sebenarnya ini yang kemudian harusnya diatur lebih detail ya. Ada supply dan demand-nya itu," kata Hanif Faisol Nurofiq, mengomentari dinamika pasar telur saat konferensi pers di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, fluktuasi harga yang terjadi merupakan bagian dari mekanisme pasar antara pasokan dan permintaan. Ketika permintaan menurun, harga pun sempat anjlok, namun kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

"Pada saat kemudian supply dan demand-nya kita lepas, demikian maka demand-nya pada saat turun memang kemudian harganya akan jauh turun," jelas Hanif Faisol Nurofiq lebih lanjut.

Kenaikan harga telur ini justru dianggap sebagai pertanda positif. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap telur mulai pulih, yang berimbas pada keseimbangan harga yang menguntungkan baik produsen maupun konsumen.

"Dengan naiknya ini [harga telur ayam] sebenarnya kita juga Alhamdulillah karena masih dalam harga yang kemudian memang imbang antara biaya produksi dan konsumsi oleh masyarakat," ujar Hanif Faisol Nurofiq.

Pedagang telur di Pasar Tebet Timur, Muhammad Syafrudin, membenarkan adanya kenaikan harga telur. Sebelumnya, harga sempat berada di titik terendah sekitar Rp24.000 per kilogram saat libur sekolah dan program MBG dihentikan sementara.

Kini, harga telur ayam di tingkat pedagang berada di kisaran Rp27.000 hingga Rp28.000 per kilogram. Meskipun terjadi kenaikan, Syafrudin memastikan pasokan telur di pasar tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.