TREN.BISNISMARKET.COM - PT Paperocks Indonesia Tbk. (PPRI) berhasil meraih keuntungan signifikan menyusul program pemerintah yang mendorong peralihan penggunaan kemasan dari plastik menuju bahan yang lebih ramah lingkungan. Situasi ini menjadi katalis positif bagi emiten produsen kemasan kertas tersebut.
Perusahaan mencatatkan kinerja finansial yang solid pada tahun 2025, dengan total penjualan mencapai Rp154,8 miliar. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni senilai Rp147,6 miliar.
Selain peningkatan pendapatan, PPRI juga berhasil membukukan kenaikan laba kotor yang menyentuh angka Rp23,7 miliar pada tahun 2025. Kinerja positif ini merupakan cerminan dari respons pasar terhadap tren keberlanjutan.
Direktur Utama Paperocks, Irsyad Hanif, menjelaskan bahwa kenaikan penjualan ini sangat berkaitan erat dengan inisiatif pemerintah mengenai diversifikasi bahan baku kemasan. Faktor eksternal berupa lonjakan harga plastik akibat gangguan rantai pasok global turut memperkuat tren ini.
"Kenaikan penjualan ini tidak terlepas dari program pemerintah yang melakukan diversifikasi ke bahan baku kemasan ramah lingkungan. Terlebih belakangan harga plastik melambung tinggi karena adanya gangguan rantai pasok global," ujar Irsyad Hanif, Direktur Utama Paperocks di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Menatap paruh kedua tahun 2026, PPRI optimis dapat mempertahankan momentum positif tersebut. Pihaknya memproyeksikan pada kuartal II 2026, target penjualan akan mencapai Rp80,53 miliar, atau tumbuh 2,7% dari realisasi pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya.
Target laba kotor untuk kuartal kedua tahun 2026 juga telah ditetapkan lebih tinggi, yakni diprediksi mencapai Rp12,88 miliar, yang berarti ada peningkatan sebesar 6,01% dibandingkan realisasi laba kotor pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, Irsyad merinci proyeksi laba tahun berjalan untuk periode tersebut. "Sedangkan untuk laba tahun berjalan, Perseroan memproyeksikan angka senilai Rp1,89 miliar, atau naik sebesar 5,07% dibanding realisasi laba tahun berjalan di periode sama di tahun sebelumnya," jelas Irsyad.
Untuk merealisasikan target ambisius tersebut, langkah strategis telah disiapkan oleh perusahaan. Perseroan berencana untuk fokus pada inovasi produk yang menekankan aspek ramah lingkungan serta mengoptimalkan pasar eksisting.