TREN.BISNISMARKET.COM - Mandiri Tunas Finance (MTF) telah mengumumkan kesiapannya untuk memenuhi kewajiban pembayaran surat utang jangka panjang yang akan segera jatuh tempo. Persiapan finansial ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar modal.
Perusahaan pembiayaan multiguna ini secara spesifik akan melunasi Obligasi Seri A yang telah diterbitkan sebelumnya. Nilai pokok dari obligasi yang akan jatuh tempo tersebut mencapai angka signifikan, yaitu sebesar Rp 313,51 miliar.
Jatuh tempo pembayaran obligasi tersebut telah ditetapkan pada tanggal 18 Juli 2026 mendatang. Tanggal ini menjadi penanda penting bagi MTF untuk menyelesaikan kewajiban keuangan jangka menengah yang telah disepakati bersama para pemegang obligasi.
Sebagai bagian dari proses pelunasan, MTF juga telah mengalokasikan dana tambahan untuk pembayaran kupon atau bunga obligasi. Dana bunga yang telah disiapkan ini berjumlah Rp 4,82 miliar.
Hal ini menunjukkan bahwa MTF telah melakukan perencanaan kas yang matang untuk memastikan seluruh kewajiban finansial dapat terpenuhi tepat waktu. Alokasi dana ini mencakup pokok utang dan seluruh kewajiban bunga yang timbul selama periode obligasi berjalan.
"Mandiri Tunas Finance siap melunasi obligasi Seri A senilai Rp 313,51 miliar pada 18 Juli 2026," ujar perwakilan MTF. Pernyataan ini menegaskan posisi likuiditas perusahaan yang kuat menjelang tanggal jatuh tempo penting tersebut.
Selain itu, perusahaan juga memastikan bahwa dana pelunasan pokok utang dan pembayaran bunga telah dipersiapkan secara terpisah dan memadai. "Dana disiapkan, termasuk bunga Rp 4,82 miliar," tambah perwakilan tersebut.
Kesiapan ini menggarisbawahi tata kelola keuangan yang baik di tubuh Mandiri Tunas Finance dalam mengelola utang korporasi. Komitmen terhadap pembayaran tepat waktu ini diharapkan dapat semakin memperkuat reputasi perusahaan di mata investor.
Dilansir dari sumber berita terkait, persiapan dana ini menunjukkan langkah proaktif MTF dalam menjaga kesehatan neraca keuangan perusahaan. Hal ini penting untuk mendukung operasional bisnis pembiayaan kendaraan di masa mendatang.