TREN.BISNISMARKET.COM - Langkah kaki para pelaku pasar keuangan di tanah air kini terasa lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Hal ini terjadi seiring dengan bayang-bayang ketidakpastian yang datang bertubi-tubi, baik dari dinamika global maupun transisi kebijakan di dalam negeri.
Situasi pergerakan pasar yang fluktuatif ini menjadi sorotan utama dalam dialog interaktif di program Power Lunch CNBC Indonesia yang berlangsung di Jakarta. Diskusi hangat tersebut menghadirkan analisis mendalam mengenai peta jalan investasi yang aman bagi masyarakat.
Dilansir dari CNBC Indonesia pada Jumat (12/06/2026), jalannya diskusi dipandu oleh pembawa acara Andi Shalini bersama narasumber ahli di bidang manajemen investasi. Pertemuan ini mengupas tuntas berbagai sentimen sensitif yang tengah memengaruhi psikologis pasar modal saat ini.
Direktur Investasi Bahana TCW Investment Management, Doni Firdaus, hadir memberikan pandangan strategisnya mengenai kondisi riil pasar keuangan Indonesia. Beliau memaparkan sejumlah faktor eksternal dan internal yang memicu sikap wait and see dari para investor.
"Pasar keuangan Republik Indonesia saat ini masih dibayangi oleh gejolak ketidakpastian yang cukup tinggi, yang bersumber dari sentimen eksternal maupun internal," ujar Doni Firdaus.
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang belum mereda serta era suku bunga tinggi global menjadi faktor luar negeri yang paling disorot. Kondisi tersebut memaksa para manajer investasi untuk terus memutar otak demi mengamankan portofolio nasabah.
Sementara dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada ulasan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional S&P. Selain itu, arah kebijakan fiskal pemerintah baru juga menjadi instrumen penting yang sangat dinantikan kepastiannya.
"Ketidakpastian perang Timur Tengah, era suku bunga tinggi, hingga review peringkat utang Indonesia oleh S&P serta arah kebijakan fiskal nasional menjadi sentimen utama yang kini dipantau ketat oleh pelaku pasar," kata Doni Firdaus.
Melalui pemetaan risiko yang cermat, para investor diharapkan dapat menemukan peluang tersembunyi di balik ketidakpastian ekonomi ini. Langkah diversifikasi aset yang tepat dan pemilihan instrumen yang defensif diyakini menjadi kunci utama untuk bertahan di tengah badai volatilitas pasar.