TREN.BISNISMARKET.COM - Metode deteksi kehamilan yang sangat berbeda dari masa kini pernah diterapkan di Inggris sebelum adanya alat tes kehamilan modern. Pada masa itu, para ilmuwan memanfaatkan katak sebagai indikator biologis untuk mendeteksi apakah seorang perempuan sedang hamil.

Fasilitas pengujian menggunakan katak ini masih aktif beroperasi hingga dekade 1960-an di Inggris. Salah satu pusat utama yang menjalankan prosedur ini adalah laboratorium milik Family Planning Association, yang didirikan pada tahun 1948.

Laboratorium tersebut, bersama dengan fasilitas sejenis lainnya, menjadi tulang punggung utama layanan tes kehamilan di Inggris sepanjang periode 1930-an hingga 1960-an. Pelayanan ini didukung oleh jaringan logistik yang efisien dari layanan pos kerajaan Inggris, Royal Mail.

Prosedur yang digunakan dikenal sebagai Tes Hogben, memanfaatkan spesies katak bercakar Afrika, Xenopus laevis. Dalam pelaksanaannya, petugas akan menyuntikkan sampel urine dari perempuan yang diuji ke kaki belakang katak betina.

Apabila perempuan tersebut benar-benar hamil, hormon human chorionic gonadotropin (HCG) yang ada dalam urine akan memberikan respons biologis pada katak. Respons ini memicu katak untuk bertelur dalam jumlah besar, mencapai ratusan butir, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Penemuannya telur dalam jumlah signifikan pada katak menjadi penanda positif bahwa hasil tes kehamilan perempuan tersebut akurat. Meskipun beberapa spesies katak sempat dipertimbangkan, Xenopus laevis menjadi pilihan utama karena keunggulan spesifik yang dimilikinya.

Peneliti dan sejarawan sains, Davis, menjelaskan bahwa pemilihan spesies ini didasarkan pada karakteristik fisik yang memudahkan pengamatan. "Xenopus laevis menjadi pilihan utama karena memiliki ukuran telur yang lebih besar sehingga memudahkan proses pengamatan," kata Davis, Dikutip dari IFL Science, Senin (8/6/2026).

Sebelum metode katak ini populer, para ilmuwan mengandalkan mamalia, terutama tikus, untuk mendeteksi kehamilan. Namun, metode tersebut memiliki kekurangan signifikan yang membuat penggunaan katak dianggap sebagai kemajuan signifikan pada masanya.

"Sebelum katak, ada metode lain yang menggunakan mamalia, terutama tikus. Namun untuk mendapatkan hasilnya, tikus harus dibedah. Katak menjadi kemajuan karena bisa digunakan kembali dan tidak memerlukan pembedahan," kata Davis, Dikutip dari IFL Science, Senin (8/6/2026).