TREN.BISNISMARKET.COM - Fenomena melonjaknya kasus kanker yang menyerang individu berusia muda kian menjadi perhatian serius para ilmuwan di seluruh dunia. Mereka berupaya keras untuk menemukan akar permasalahan di balik tren mengkhawatirkan ini.

Sebuah penelitian mutakhir dari Washington University School of Medicine di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat (AS), menemukan korelasi penting antara risiko kanker dan kecepatan penuaan biologis, bukan sekadar usia kronologis.

Analisis mendalam terhadap 154.000 data yang dihimpun dari UK Biobank menunjukkan temuan mengejutkan mengenai kondisi generasi muda. Hasil studi ini mengindikasikan bahwa generasi yang lebih muda mengalami penuaan biologis dengan laju yang lebih cepat dibandingkan dengan populasi yang lebih tua.

Penuaan sistematis, yang secara akurat mencerminkan kondisi seluler dan molekuler tubuh, ternyata menunjukkan peningkatan pada berbagai generasi sejak kelompok tahun kelahiran tertentu. Percepatan penuaan ini secara spesifik dihubungkan dengan munculnya kanker pada usia dini, khususnya kanker paru-paru, saluran pencernaan, dan rahim, tanpa memandang faktor genetik bawaan.

Para peneliti menegaskan bahwa semakin besar perbedaan antara usia biologis dan usia kronologis seseorang, semakin tinggi pula potensi risiko mereka terkena kanker. Selain itu, penuaan yang lebih cepat pada organ tertentu meningkatkan probabilitas jenis kanker spesifik.

Ditemukan bahwa penuaan dini pada sistem kekebalan tubuh berhubungan erat dengan peningkatan risiko kanker paru-paru onset dini. Sementara itu, jaringan lemak yang menua lebih cepat dari estimasi dikaitkan dengan risiko kanker kolorektal yang muncul pada usia muda.

Untuk mengukur tingkat penuaan biologis ini, para peneliti mengkaji pada dua tingkatan: penuaan sistemik pada tubuh secara keseluruhan dan penuaan spesifik pada organ individu. Metode PhenoAge, yang mengandalkan sembilan penanda kimia darah seperti albumin dan kreatinin, digunakan untuk memperkirakan penuaan sistemik.

Metode Klemera-Doubal juga diterapkan oleh tim peneliti untuk memperkirakan perbedaan usia berdasarkan data fisiologis dan skor usia metabolomik yang mencerminkan perbandingan metabolisme dengan norma yang diharapkan. Data proteomik darah kemudian digunakan untuk memperkirakan laju penuaan organ berdasarkan kadar protein yang relevan dengan sistem organ tersebut.

"Jika kita dapat mengidentifikasi kaum muda yang memiliki risiko kanker tertinggi saat mereka masih sehat, kita dapat memfokuskan strategi pencegahan dan deteksi dini bagi individu yang akan memperoleh manfaat terbesar dari intervensi dini," kata seorang ahli epidemiologi molekuler, Yin Cao.