TREN.BISNISMARKET.COM - PT MRT Jakarta (Perseroda) telah menetapkan target ambisius terkait penyelesaian proyek jalur utara-selatan fase dua A, yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota. Target utama untuk segmen pertama, yaitu Bundaran HI menuju Monas, dijadwalkan rampung pada akhir tahun 2027 mendatang.
Sementara itu, untuk segmen kedua yang mencakup kelanjutan jalur tersebut, PT MRT Jakarta menargetkan penyelesaian konstruksi bisa dicapai pada akhir tahun 2029. Penetapan target waktu ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam percepatan infrastruktur transportasi vital di ibu kota.
Perkembangan konstruksi Fase 2A hingga 25 Juni 2026 menunjukkan capaian yang melampaui rencana awal. Manajemen perusahaan mencatat bahwa pembangunan telah mencapai 61,80% dari target yang ditetapkan sebesar 60,98%.
"Perkembangan pembangunan fase 2A lin utara selatan terus menunjukkan kemajuan signifikan. Per 25 Juni 2026, pembangunannya telah mencapai 61,80% dari target 60,98%," jelas manajemen MRT Jakarta dikutip dari laman resminya, Sabtu (4/7/2026).
Lebih spesifik mengenai paket kontrak CP201 yang mencakup Stasiun Thamrin dan Monas, progresnya tercatat sangat tinggi yaitu mencapai 93,50% dari rencana 93,45%. Di kedua stasiun tersebut, tim konstruksi kini tengah fokus pada tahap akhir pekerjaan.
"Baik di Stasiun Thamrin maupun Monas, tim konstruksi sudah memasuki tahapan penyelesaian ceiling dan ramp access entre 2, instalasi mechanical, electrical, plumbing (MEP), dan reinstatement trotoar di sekitar lokasi konstruksi. PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan penyelesaian dan operasional segmen ini pada akhir 2027 mendatang," tulis PT MRT Jakarta.
Kemajuan konstruksi juga terlihat jelas pada paket kontrak CP202 yang meliputi pembangunan terowongan serta Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, yang kini telah mencapai 67,64%. Paket ini merupakan salah satu pencapaian rekayasa sipil penting karena melibatkan pembangunan stasiun bawah tanah bertingkat empat.
Adapun untuk paket kontrak CP203 yang mencakup pekerjaan di Stasiun Kota dan Glodok, perkembangannya telah mencapai 85,04%, sedikit di bawah target 86,03%. Pekerjaan seperti instalasi pipa, kabel, pengecatan, hingga pemasangan panel dinding masih terus dilakukan untuk mengejar target operasional 2029.
Dikutip dari laman resmi perusahaan, paket kontrak CP205 juga menunjukkan capaian positif dengan progres 50,03% dari target 42,05%. Per 25 Juni, pengecoran second track bed untuk segmen Bundaran HI–Thamrin, termasuk area peron, telah berhasil diselesaikan.