TREN.BISNISMARKET.COM - PT Pakuwon Jati Tbk. dengan kode saham PWON sukses meraih pengakuan bergengsi dalam ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026. Penghargaan ini secara spesifik diberikan untuk kategori perusahaan unggulan di sektor Properti & Real Estat.
Penghargaan ini diberikan kepada PWON setelah melalui proses penilaian ketat terhadap kinerja keuangan emiten selama periode tiga tahun, yakni 2023 hingga 2025. Bobot penilaian terbesar dalam apresiasi ini ditekankan pada capaian kinerja perusahaan pada tahun fiskal 2025.
BIA 2026 diselenggarakan dengan mengusung tema besar "Where Growth Meets Strength", yang menekankan pentingnya ketangguhan korporasi dalam menavigasi ketidakpastian ekonomi global saat ini. Acara penganugerahan ini dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026) bertempat di Hotel Raffles Jakarta.
Ajang bergengsi tersebut turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dalam dunia bisnis dan keuangan nasional. Salah satu sorotan utama adalah kehadiran Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, yang memberikan sambutan kunci dalam seremoni tersebut.
Keberhasilan PWON mengungguli korporasi lain di sektor Properti & Real Estat ini merupakan cerminan posisi perusahaan sebagai salah satu pengembang terkemuka di Indonesia. Portofolio perusahaan ini dikenal luas mencakup pusat perbelanjaan modern, gedung perkantoran, hingga kawasan hunian terintegrasi.
Kinerja impresif PWON selama periode penilaian terlihat jelas dari rekam jejak pendapatannya. Pada tahun 2023, emiten ini membukukan pendapatan sebesar Rp6,2 triliun, menunjukkan pertumbuhan positif 3,54% dibandingkan perolehan tahun 2022 yang tercatat Rp5,99 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tersebut didorong oleh peningkatan signifikan dalam penjualan unit properti hunian dan komersial, ditambah kontribusi yang stabil dari segmen pendapatan berulang seperti pengelolaan mal dan perkantoran. Angka ini terus meningkat di tahun berikutnya.
Memasuki tahun 2024, pendapatan PWON kembali melonjak menjadi Rp6,67 triliun, merefleksikan pertumbuhan sebesar 7,58% secara tahunan. Pencapaian ini menandakan pemulihan permintaan properti pasca-pemilu serta jaminan stabilitas dari aset komersial yang dimiliki.
Tren positif ini berlanjut hingga 2025, di mana pendapatan perusahaan berhasil mencapai Rp7,11 triliun, tumbuh 6,6% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh keberhasilan peluncuran proyek-proyek properti baru dan peningkatan tingkat okupansi pada pusat perbelanjaan.