TREN.BISNISMARKET.COM - Penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 kembali diposisikan sebagai tolok ukur penting bagi perkembangan industri otomotif di wilayah Jawa Timur. Pameran akbar ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 26 hingga 31 Mei 2026, bertempat di Grand City Surabaya.
PT Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara telah menyusun target optimis untuk gelaran tahun ini, yakni mencapai nilai transaksi sebesar Rp260 miliar. Target ini merupakan cerminan keyakinan mereka terhadap potensi pasar otomotif regional pasca pemulihan ekonomi.
Selain target finansial, kuantitas pengunjung juga menjadi fokus utama dalam evaluasi keberhasilan pameran mendatang. Panitia menargetkan jumlah pengunjung dapat menembus angka 32 ribu orang, meningkat dari capaian tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 30 ribu pengunjung.
General Manager PT Dyandra Promosindo, Rudi MF, menjelaskan bahwa penentuan target tersebut dilakukan dengan pendekatan yang matang dan realistis. Target tahun ini disusun dengan mempertimbangkan pencapaian tahun lalu serta tren kunjungan yang cenderung stabil saat momen libur panjang.
"Target tahun ini memang kami buat cukup moderat, artinya realistis dan achievable, minimal sama dengan tahun lalu, yakni Rp260 miliar," kata Rudi MF.
Optimisme ini turut didukung oleh data positif sektor otomotif nasional selama periode awal tahun 2026. Penjualan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, menunjukkan tren kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Saya ingin menyampaikan selamat apresiasi kepada industri otomotif karena sepanjang Januari-April 2026 datanya naik 21 persen wholesale," ujar Rudi MF.
Data penjualan retail juga menunjukkan peningkatan sekitar enam persen, menandakan bahwa minat masyarakat terhadap produk otomotif tetap bergairah meski dihadapkan pada tantangan ekonomi global yang fluktuatif. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bagi para pelaku industri.
Salah satu daya tarik utama pada IIMS Surabaya 2026 adalah meningkatnya minat publik terhadap kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV), mengikuti jejak kesuksesan di IIMS Jakarta 2026. Kontribusi transaksi EV di Jakarta bahkan sempat melampaui 40 persen.