TREN.BISNISMARKET.COM - Pada Sabtu (23/5/2026), pasar kripto global mengalami tekanan signifikan yang menyebabkan harga Bitcoin mengalami penurunan tajam. Koreksi pasar ini terjadi bersamaan dengan euforia di bursa saham Amerika Serikat yang berhasil mencapai rekor tertinggi baru.
Penurunan minat beli investor dari Amerika Serikat disebut sebagai pemicu utama pelemahan di pasar aset digital tersebut. Hal ini menyebabkan kapitalisasi pasar kripto global mengalami penyusutan yang cukup berarti pada pagi hari waktu Jakarta.
Dikutip dari Investor Daily yang merujuk pada data CoinMarketCap pukul 09.30 WIB, kapitalisasi pasar kripto global menyusut 2,53 persen menjadi senilai US$ 2,52 triliun. Sementara itu, harga Bitcoin sendiri terperosok 2,87 persen ke level US$ 75.376 per koin.
Indeks acuan aset kripto, CoinDesk 20, juga mencatat penurunan sebesar 2,59 persen, mencerminkan sentimen negatif menyeluruh di pasar. Ethereum menjadi salah satu yang terpukul cukup dalam, jatuh 3,31 persen ke US$ 2.065 per koin.
Beberapa aset kripto utama lainnya juga ikut terkoreksi pada periode yang sama, menunjukkan dominasi sentimen jual. Binance melemah 1,47 persen di posisi US$ 649, dan Solana terpantau turun 2,9 persen ke level US$ 84 per koin.
Koreksi juga terlihat pada koin meme populer, di mana Dogecoin ambrol 3,98 persen menuju US$ 0,1, sementara XRP mengalami koreksi sebesar 2,43 persen ke posisi US$ 1,33. Tren negatif ini berlanjut sejak awal perdagangan Wall Street, di mana pasangan BTC/USD terpangkas hampir 1,2 persen.
Kondisi ini sangat kontras dengan performa pasar saham Amerika Serikat, di mana indeks Dow Jones Industrial Average berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Penguatan juga terlihat pada indeks S&P 500 dan Nasdaq 100, menunjukkan preferensi dana investor AS saat itu.
Mosaic Asset Company dalam analisis terbarunya memproyeksikan bahwa pasar saham AS masih memiliki momentum kuat untuk melanjutkan kenaikan dalam waktu dekat. "Rata-rata saham mulai menunjukkan divergensi negatif terhadap indeks utama. Namun kondisi oversold yang mulai terbentuk berpotensi memicu reli lanjutan dalam waktu dekat," tulis Mosaic Asset Company.
Kelesuan di pasar kripto juga dikonfirmasi oleh data Coinbase Premium Index yang mendekati level terendah bulanan. Hal ini mengindikasikan lemahnya agresivitas pelaku pasar lokal jika dibandingkan dengan aktivitas di platform global.