TREN.BISNISMARKET.COM - Setelah sebelumnya menunjukkan sikap tegas terkait isu keamanan nasional, Amerika Serikat (AS) belakangan ini memperlihatkan sinyal pelonggaran terhadap beberapa produk teknologi dari China. Perkembangan terbaru ini terjadi setelah adanya kesepakatan damai yang dicapai dengan Iran, mengindikasikan adanya perubahan pendekatan diplomatik dan kebijakan perdagangan.
Perubahan kebijakan ini secara spesifik terlihat dari keputusan Komisi Komunikasi Federal (FCC) pada hari Selasa (16/6) waktu setempat. FCC mengumumkan bahwa pemerintahan Donald Trump kini akan memberikan izin untuk masuknya model-model drone mainan terbaru buatan China ke pasar Amerika Serikat.
Langkah ini merupakan pembalikan signifikan dari kebijakan yang diberlakukan pada Desember 2025. Pada saat itu, FCC memberlakukan pembatasan impor yang ketat terhadap semua model drone terbaru buatan asing, termasuk komponen-komponen kunci yang dianggap kritis.
Pembatasan impor yang diberlakukan sebelumnya tersebut secara langsung menargetkan produsen drone terkemuka dari China, yaitu DJI dan Autel. Alasannya adalah kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional AS.
Namun, seiring berjalannya waktu, sikap FCC mulai menunjukkan kelembutan, yang kemudian diwujudkan dengan mengizinkan impor beberapa model drone terbaru dari Negeri Tirai Bambu. Perubahan arah kebijakan ini terjadi secara bertahap sejak pembatasan ketat tersebut diberlakukan.
FCC menjelaskan bahwa pelunakan sikap ini didasarkan pada evaluasi ulang risiko keamanan. Menurut evaluasi terbaru, risiko keamanan nasional tidak lagi dianggap ditimbulkan oleh "mainan sederhana dan berisiko rendah" yang melekat pada drone tradisional, termasuk yang berasal dari China. "FCC mengatakan sikapnya yang melunak merujuk pada keputusan Pentagon bahwa risiko keamanan nasional tidak ditimbulkan oleh 'mainan sederhana dan berisiko rendah' yang ditemukan pada drone tradisional, termasuk dari China," demikian dikutip dari Reuters, Rabu (17/6/2026).
Perlu diketahui bahwa Washington sebelumnya telah mengambil berbagai langkah pembatasan terhadap produk-produk teknologi China. Meskipun ada pelonggaran untuk drone mainan, FCC menegaskan bahwa mereka masih mempertimbangkan penerapan pembatasan lebih lanjut pada sektor teknologi lainnya.
Demi memperjelas kategori yang diizinkan, FTC menetapkan batasan ketat untuk 'drone mainan' yang dimaksud dalam kebijakan baru ini. Kategori ini terbatas pada drone yang memiliki berat tidak lebih dari 150 gram, serta memiliki batasan operasional yang jelas.
Batasan operasional tersebut mencakup jangkauan penglihatan kurang dari 100 meter, ketiadaan kapabilitas jaringan terhubung, serta tidak adanya sensor kamera foto atau video untuk tujuan pengintaian. Selain itu, drone tersebut juga dilarang menyimpan data lebih dari durasi penerbangan 10 menit.